Selasa, Desember 18, 2007

Rahasia Tersembunyi di Balik Stiker

Memorabilia di samping ini adalah stiker tanda parkir di SMA I jaman dulu. Hanya anak murid dari keluarga golongan menengah ke atas yang memiliki stiker pas tersebut. Dengan kata lain pemegangnya adalah kaum elite.

Mayoritas anak murid sma1 jaman dulu adalah pejalan kaki atau backpacker menurut istilah sekarang, naik kol kampus atau paling banter bersepeda onthel.
Foto digital stiker di samping ini dikirim oleh Pak Hatta. Kalau dipikir-pikir hal ini terasa aneh. Stiker berusia lebih dari 1/4 abad tersebut di tangan Pak Hatta ternyata masih lus-mulus kondisinya. Stiker tersebut sepertinya tidak pernah ditempelkan di motor. Fenomena tersebut menerbitkan beberapa spekulasi.

1) Sdr Hatta pada saat itu sebetulnya tak bermotor, tapi demi sebuah imej agar bisa dianggap golongan elite, maka dengan segala daya upaya saudara kita tersebut berusaha mendapatkan legitimasi dengan memiliki stiker. Jadilah dia "stiker tak bermotor" yang abadi tersimpan rapi.

2) Sdr Hatta dihinggapi kompleks rendah diri. Ketika kenalan dengan gadis nonTeladan, stiker tersebut yang ditunjukkan sebagai bukti bahwa ybs adalah murid sma teladan. Jangan-jangan sampai sekarang stiker tersebut masih dimanfaatkan. Siapa yang tahu?? Pantaslah kalau stiker tersebut masih kinclong sampai saat ini.

3) Sdr. Hatta adalah seorang cenayang atau paranormal, yang dapat meramal bahwa stiker parkir tersebut dua puluh lima tahun kemudian dapat di-upload di internet dengan teknologi komputer.

4) Sdr Hatta memiliki kelainan psikologis. Jamak apabila orang menyimpan sertifikat deposito selama bertahun-tahun. Tapi kalau ada yang menyimpan stiker sepanjang masa itu? Apa (yang harus) dikatakan dunia ??

Senin, Desember 17, 2007



Yang Mana Dr. Agus Santoso Budi?

Gambar di samping adalah tim dokter RS DR Soetomo Surabaya yang sedang melakukan operasi plastik rekonstruksi wajah total (face off) terhadap Siti Nur Jazilah.

Salah satu dokter tersebut adalah Dr. Agus Santoso Budi, dulu biasa dipanggil dengan nama Agus SB, alumni SMA 1 Yogyakarta. Sangat sulit bagi juru kunci untuk menunjuk dengan tepat yang mana dari keempat dokter pengoperasi tersebut adalah si Agus SB karena semuanya bermasker.

Duluu sekali, pernah ada suatu masa ketika murid laki-laki sma 1 pada sibuk untuk menumbuhkan kumis dalam rangka menarik lawan jenis. Mereka melakukannya dengan berbagai cara diantaranya dengan menggunakan minyak firdaus atau biji kemiri yang digoreng kering dan ditumbuk kemudian dioleskan di sela antara hidung dan bibir atas. Si Agus kita ini praktis tanpa usaha yang berarti sudah mempunyai kumis yang tebal nan menawan.

Terlepas dari masalah kumis, operasi face off yang dilakukan oleh tim tersebut sangat fenomenal dan mendapat pemberitaan yang luas dari media massa.

Beberapa kutipan pernyataan pak Dokter Agus Kumis... eh salah Agus SB yang terdokumentasi diantaranya adalah:

TEMPO INTERAKTIF: Menurut dokter Agus Santoso Budi, anggota tim dokter, operasi tersebut cukup memuaskan "Kesulitan yang dihadapi pada saat mencari pembuluh darah. Kami harus hati-hati jangan sampai pembuluh darah pecah atau putus," katanya.

DETIK INET: Dr. Agus Santoso Budi menjelaskan "Untuk hidung sengaja agak tambah tetapi bukan untuk dimancungkan. Ini tujuannya agar bentuk wajahnya selaras setelah dioperasi"

SUARA MERDEKA: Dokter Agus SB menyatakan "Operasi face off terhadap Lisa baru tahap pertama. Jika operasi tahap itu berhasil, dibutuhkan tempo selama enam bulan sampai setahun untuk penyembuhan lukanya"

Kembali ke teka-teki yang mana Dokter Agus SB di antara dokter di atas?
Tampaknya kali ini kita perlu bantuan cream semacam Firdaus Oil untuk kita oleskan pada foto tim dokter tersebut tepat pada masker yang menutup antara hidung dan bibir untuk mengetahui yang mana Dokter Agus SB teman kita semasa sma dulu. Kalau ada diantaranya yang kemudian tumbuh kumis, pastilah itu bukan Dokter Agus SB. Karena dokter kita tersebut tidak memerlukan segala jenis cream pembantu penumbuh kumis.

Kamis, Desember 13, 2007

Berkah Mbah Maridjan
Dalam rangka menjaga blog ini, juru kunci pernah sowan kepada Juru Kunci Sejati Gunung Merapi: Mbah Maridjan, mohon supaya blog teladan83 tetep roso dan selalu ramai dikunjungi oleh wadyabalanya serta dijauhi oleh gangguan hacker iseng.

Senin, Desember 10, 2007

JULIANTO ALIAS CUNGI


Tak dinyana, teman kita yang suka wira-wiri Yogya-Solo dengan menggunakan prameks ini ternyata berperan ganda sebagai seorang advertiser supervisor untuk iklan Inza dengan tema tukang cukur di Yangoon. Simak sampel iklan berjudul 'Final Cut' dengan mengklik judul tersebut.
Cungi adalah alumni P4 sebelum meneruskan pendidikannya ke Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Sekarang ini Beliau bekerja di PT KONIMEX Solo, dan sering dodolan obat ke luar negeri terutama Vietnam dan Kamboja.
Juru kunci tidak memiliki foto mutakhir yang bersangkutan. Tetapi untuk visualisasi, gambar "Shaggy" Scooby Doo sangat membantu kita untuk membayangkan seperti apa tokoh kita yang satu ini.

Gambar di samping adalah si Shaggy ketika panik karena ketinggalan kereta Prameks, Yogya-Solo.

Pabrik Tegel Kunci yang berlokasi di Jalan Patuk, kabarnya sekarang ini dikelola oleh Mega Karang. Nama ini kedengaran asing. Tapi kalau diganti dengan Mega Puspa, ingatan kita bisa jadi terarah pada teman semasa sma jadul.
Yak betul, Mega yang Karang maupun yang Puspa menunjuk figur yang sama, yaitu Mega teman sma jadul kita eks S2.
Artikel yang bagus mengenai sejarah pabrik tegel kunci dapat dibaca dengan mengklik frase tersebut.
Harian Republika pernah mengulas pabrik ini dan penjelasan Mega. Berikut kutipannya:

Yang Klasik Tetap Dilirik

Di tengah serbuan keramik sebagai bahan penutup lantai favorit saat ini, tegel ternyata masih memiliki tempat di hati para pecintanya. Masih ingatkah Anda pada tegel? Ya benar, dia adalah bahan penutup lantai paling favorit di masa lalu. Lantai di rumah orangtua atau nenek kita dulu mungkin sekali menggunakan tegel. Banyak orang bilang, lantai dari tegel lebih sejuk dan dingin dibanding lantai keramik. Mega A Karang, pengelola pabrik tegel cap Kunci, setuju dengan hal itu. ''Tegel memiliki pori-pori sehingga bisa 'bernapas' dan lebih cocok untuk negara tropis karena lebih sejuk,'' kata dia.

Selain itu, tegel juga tahan lama. Tegel, kata Mega, bisa tahan 100 tahun lebih serta tidak mudah pecah. ''Lihat saja, tegel di keraton-keraton seperti Keraton Yogyakarta, barangkali usianya sudah lebih dari 100 tahun. Walau setiap hari diinjak-injak orang, tegelnya masih tetap mengkilat,'' kata alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jurusan Kriya Logam ini.

Tegel yang dibuat dari campuran semen dan pasir ini, menurut Mega, memang bisa sangat awet asal dirawat secara benar. Untuk membersihkan tegel misalnya, ibu dua anak ini tidak menyarankan penggunaan pembersih lantai yang mengandung HCl. Alasannya, HCl bisa menggerogoti semen dan membuat warna tegel belang-belang.

Tegel kurang mengkilat? Itu kata sebagian orang. Tapi kata Mega, tegel pun bisa kinclong seperti keramik. ''Caranya, setelah tegel dipasang selama dua minggu dan tidak bergerak lagi, gunakan mesin poles sehingga tegel mengkilat terus. Selanjutnya, cukup disapu dan dipel seperti halnya keramik.''

Karena itu, Mega merasa mantap untuk terus menghidupkan pabrik tegel cap Kunci yang telah beroperasi sejak 1927. Berlokasi di Yogyakarta, pabrik ini memproduksi tegel dengan aneka motif klasik. Dari sekitar 150 motif yang ada, hanya ada sekitar 20 motif baru. Motif-motif lama itu antara lain bercorak bunga yang cocok untuk ruang tamu, ruang makan, dan teras. Motif binatang, seperti bebek atau ayam, yang pas untuk kamar anak dan kamar mandi. Sementara motif garis-garis biasanya digunakan untuk tempat ibadah seperti masjid.

Anda tertarik? Jangan khawatir, walau tampil dengan motif zaman dulu, tegel masih sangat relevan dengan rumah-rumah masa kini, asal disesuaikan dengan tema hunian. Karena itu, jangan heran jika masih banyak orang yang setia pada tegel, khususnya tegel cap Kunci. Kata Mega, para pemesan biasanya adalah orang-orang yang sangat menghargai buatan tangan, menyukai barang yang natural, atau penggemar barang antik. ''Pembeli kebanyakan dari Jakarta, Bali, malah ada juga yang dari luar negeri seperti London dan Kuala Lumpur.''

Sumber foto: http://www.yogyes.com

Sabtu, Desember 08, 2007



Dr. Christine Wulandari

Dr. Christine, dosen pada Fakultas Pertanian Jurusan Manajemen Hutan Universitas Lampung, adalah pecinta alam sejati. Hobinya selain mengajar adalah keluar masuk hutan.

Alumni Fakultas Kehutanan UGM ini mempunyai afiliasi lain yaitu WWF dan merupakan salah satu pioner penyayang badak Jawa... Tidak percaya? Penasaran?? Silakan berkunjung di situs Rhinocare Program dengan mengklik ikon Badak ini

Di situs tersebut, Christine menyampaikan komentar sebagai berikut: "I hope the program could be designed to give individuals, families, groups, business/corporate and other organizations in Indonesia an opportunity to contribute towards the conservation of Javan rhinos wild by adopting them symbolically"

Kita dipersila untuk mengadopsi, dengan cara tertentu, kepada para badak tersebut yang sebagian kecil sudah diberi nama: Dablo, Jampang, Macho, Lulu dan Rara, Euis dan Menul. Untungnya, atau lebih tepat sayangnya, belum ada nama-nama generik yang diberikan kepada para badak yang belum teridentifikasi seperti: brindil atau babah misalnya ;-)) Barangkali kalau nama-nama tersebut yang diambil, banyak anggota milis teladan83 yang berminat untuk mengadopsi mahluk yang lucu dan menggemaskan tersebut.

Ikuti terus kelanjutan profiling Christine di Blog Teladan83,

Stay tune !

Jumat, Desember 07, 2007

Dr. Danang Parikesit
Memastikan Dosen UGM Merasa Nyaman Meneliti
Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, M.Sc. belum lama menjadi Asisten Wakil Rektor Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Akan tetapi, dosen Jurusan Teknik Sipil UGM ini mengaku senang dengan jabatannya yang sekarang. Dia merasa senang bisa memuaskan keinginannya ikut menjamin mutu penelitian di UGM. Mengenai ini, dia mengaku mendapat pembelajaran saat mendampingi Bu Retno, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) berkunjung ke Universitas Putra Malaysia (UPM). "Mungkin kita bisa belajar pengalaman dari UPM. Di sana (UPM) sudah ada standar mutu pusat studi dan penelitian. Karenanya, jika dibandingkan dengan rekan-rekan di negara jiran tersebut, UGM tertinggal dalam hal penjaminan mutu penelitian. Kalau kondisi UGM sendiri tidak memiliki jaminan mutu hasil penelitian seperti itu, bagaimana mungkin ada orang mau meminta kita untuk melakukan penelitian", katanya.
Ikuti reportase lengkapnya di Kabar UGM Online.

Sabtu, Desember 01, 2007


Aulia Shina Prima aka Oyik si Bapak Hilang
Setelah sekian lama tidak muncul di milis, tiba-tiba Oyik muncul di acaranya Pak Agung di Bogor Lakeside.
Dulu Oyik bekerja di Jakarta Initiatives (Prakarsa Jakarta) sekarang di Bank Bumiputera. Anggota Ansapesa ini setamat SMA melanjutkan kuliah di ITB.
Oyik kawan kita ini adalah penghobi fotografi. Contoh jepretannya berhasil saya unduh dari situs koleksi fotonya di internet. Gambar tersebut adalah Departemen Keuangan di Lapangan Banteng, tempat Oyik pernah nyangkul selama beberapa waktu.
Ladies for Lamb



Di acara sunatan Dr. Agung Primanto (bukan Pak Agung tapi anaknya). Wiwik dan Evy datang berbarengan. Bukan datang bersamaan yang istimewa dari mereka, tapi kudapan yang disantap itu yang membuat mereka beda. Kambing muda guling, Boo'... !!
Persiapan week end Bu?? ;-))

Kamis, November 29, 2007


Karel Ibnu Suratno

Karel eks P5 sekarang ini bekerja pada Dinas Pertambangan Provinsi Jambi. Anaknya tiga. Dulu waktu SMA jago main bola dan gitar, baik hati, tidak sombong dan suka menawari boncengan,...
Ditambah tampangnya yang boleh. Mas Karel waktu muda memiliki semua persyaratan sebagai seorang heart breaker. 
Sayangnya mbak-mbak di sma1 pada saat itu lebih suka books daripada bermain heart (nama sejenis permainan kartu).
Kata Iwan: Selamat menikmati wajah Karel
Kata Anang: Wajah kok dinikmati,...
Kata juru kunci: Wong mas Karel saja suka menikmati kopi, masak 'wajahnya' gak boleh dinikmati??

Selasa, November 27, 2007

Shinta

Juru kunci blog tidak tahu banyak mengenai Ibu yang satu ini, kecuali bahwa namanya adalah Shinta. Duluuuu sekali, juru kunci hanya berani mencuri-curi pandang. Sekarang setelah sekian puluh tahun, keberanian juru kunci tidak juga bertambah, ... hanya berani mencuri-curi foto.

Rekan-rekan yang tahu 'who is who' Ibu Shinta dipersila dengan sangat untuk mengisi komentar di bawah ini. Siapakah Shinta ini dulu dan sekarang??

Sabtu, November 24, 2007

Jaim at Forty

Please put your cursor onto the picture and then click it.

Gotcha!! you will understand what I mean ;-))

Jumat, November 23, 2007

The Evolution of Human Being
























Thanks to Adobe Photoshop !!

Kamis, November 22, 2007

Ustadz Luthfie Hakim, SH




Ustadz Luthfie Hakim SH, sedang menyampaikan pidatonya pada acara akbar Konferensi Khilafah Internasional yang hingar bingar tempo hari di Stadion Utama Gelora Senayan.

Beliau selain sebagai pejuang khilafah, yang menunggu saat untuk memimpin dunia, ternyata juga skeptis terhadap demokrasi dan menganggap demokrasi tidak lebih hanyalah sebuah ilusi.

Anda sepaham dengan Pak Luthfie? Ikuti dan simak diskusi bulanan yang rajin diselenggarakan oleh beliau contohnya seperti undangan berikut ini:


Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) merupakan sebuah forum diskusi yang dibentuk atas kerjasama antara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Forum Umat Islam (FUI), Majelis Taklim Wisma Dharmala Sakti (WDS) YPI Al-Azhar dan Khilafah Center.

Minggu, November 18, 2007

IGW Budi Setiawan


Wawan begitu biasa dipanggil adalah eks P1. Sekarang beliau bekerja di dunia asuransi dan penjaminan.


GURITNO

Guritno adalah seorang bankir. Beliau lulusan Fakultas Ekonomi Universitas ngGadjahmada jurusan manajemen dan sekarang bekerja pada Bank Mega. Walaupun suka bercanda, jangan pernah main-main dengan dia karena Guritno adalah seorang pendekar dari peguruan silat Merpati Putih, ciaat....






Wiwik Suhartati


Eks P4 ini alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, bekerja pada lembaga riset dan investasi PT Danareksa









Evy Dwikorina




Teman kita yang satu ini, menurut sahibul hikayat adalah ahli numerologi ;-) Spesialis untuk dua angka saja

Bekerja di dunia advertising, perusahaannya merupakan leader di industrinya: Matari Adv.





Agung Wibawa


Agung Wibawa eks P2. Sekarang bekerja di bidang Informasi dan Teknologi bersama dengan Sumadi eks P4
Suryadi Utomo dan Catur Iman Pratignyo

Keduanya eksP4. Keduanya para penegak hukum. Catur bekerja sebagai auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Suryadi Utomo seorang ahli kimia sekaligus anggota kepolisian bekerja pada Pusat Laboratorium Forensik. Setelah bertemu kembali dalam kurun lebih 20 tahun, tampak bahwa sebetulnya kedua mahluk tersebut memiliki kemiripan fisikal. Seperti saudara kembar.

Catur setelah lulus sebagai ajun akuntan mengabdikan ilmunya di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara Suryadi setelah lulus dari Fakultas Farmasi UGM, mendaftar sebagai anggota kepolisian dan pernah ditempatkan di Banda Aceh pada saat peristiwa dramatis Tsunami terjadi di sana.






Kamis, November 15, 2007

Dr. Yusti Probowati Rahayu


Beliau adalah dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Psikologi hukum merupakan bidang keahliannya.
Dr. Yusti dilahirkan di kota Probolinggo pada bulan September wetonnya Selasa Pahing. Tepatnya berdasarkan penanggalan jawa adalah: 15 Jumadilawal 1896-Be. Selanjutnya menurut Yayasan Sekarjagad Foundation. Orang yang lahir dengan weton tersebut mempunyai perwatakan sebagai berikut:
Dino Selasa: Pemarah dan pencemburu, luas pergaulannya
Pasaran Pahing: Selalu ingin memiliki (barang),
kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan barang,
suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya,
kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan,
sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali
Selanjutnya situs tersebut mendeskripsikan lebih lanjut:
Sadwara: Aryang; (Manusia) Pelupa
Padangon: Wurung; (Api) Tidak sabaran, bersemangat dalam mencapai cita-cita
Ramang: Demang Kadhuwuran: Sering mendapat perkara, suka membantah
Paarasan: Aras Kembang; Memiliki pesona daya tarik terhadap lawan jenis.

Ibu Yusti rajin melakukan penelitian dan kajian, beberapa diantaranya sudah diterbitkan dalam bentuk buku dan dimuat dalam jurnal ilmiah. Yang membuat kagum adalah minat Ibu Yusti ini tidak terbatas pada soal psikologi tapi juga hukum, serta ... agama dan terorisme!!! Judul-judul kajian beliau misalnya:
1. Di Balik Putusan Hakim: Kajian Psikologi Hukum Dalam Perkara Pidana, diterbitkan oleh Citramedia tahun 2005. Buku ini dikoleksi oleh beberapa universitas ternama di antaranya: Universitas Leiden dan National Library of Australia. Harga resmi buku ini adalah Rp30.000,00 tetapi anda bisa membelinya cukup dengan harga Rp24.000,00 di Toko Buku Uranus online. Ingat belilah di toko tersebut, jangan pada juru kunci blog ;-)
2. Agama Sebagai Coping Permasalahan Seorang Diri, yang dimuat dalam Journal Psikologi Anima
3. Narapidana Teroris: Penyebab Munculnya dan Upaya Penanganannya, diterbitkan oleh LPPM Universitas Surabaya
4. The Requisitory of Public Prosecutor And The Authoritarian Personality of Judge On Sentencing Ptocesses In Indonesia (mohon mangap, saya tidak tahu terjemahannya dalam Bahasa)

Pada bulan September 2006, beliau berdiskusi agama Islam dengan topik "Damai sambut Ramadan dari Kampus ke Surabaya" di Universitas Surabaya.
Seminar terakhir yang diikuti oleh Ibu Yusti berdasarkan primbon mutakhir yang dipunyai juru kunci kunci blog adalah mengenai Konferensi Internasional Perkotaan.

Kalau anda punya anak kecil dan memiliki problem bagaimana mulai mengenalkan uang pada anak anda maka ulasan ibu Yusti terhadap masalah tersebut patut anda simak.

Stay tune to blog teladan83 !!
Sabaaar ;-))
Seputar Penarikan Iuran Televisi
Oleh: Yusti Probowati


NIAT individu ditentukan oleh dua hal yaitu sikap individu terhadap perilaku dan norma subyektif tentang perilaku. Sikap individu terhadap perilaku membayar iuran TVRI misalnya apakah membayar iuran TVRI merupakan sesuatu yang penting bagi dirinya?
Apa kegunaan membayar iuran TVRI bagi dirinya?

Sedangkan norma subyektif tentang perilaku membayar iuran TVRI adalah persepsi individu tentang apa yang dipikirkan orang yang penting baginya dalam hal membayar iuran TVRI. Misalnya individu mempersepsi bahwa pak RT, atasannya, pejabat yang dikenalnya tidak membayar iuran TVRI dan mereka tidak meng harapkan individu membayar iuran TVRI.
Dengan menggunakan teori Fisbein & Ajzein di atas, jika Yayasan TVRI akan mengubah perilaku masyarakat dari tidak membayar menjadi membayar iuran TVRI maka dapat dilakukan dua cara. Yang pertama adalah dengan mengubah sikap individu terhadap perilaku membayar iuran TVRI. TVRI harus membuktikan bahwa membayar iuran TVRI itu penting bagi individu (bukan hanya bagi TVRI), misalnya jika tidak membayar iuran TVRI tidak bisa menyaksikan acara TVRI yang menarik seperti Dunia dalam Berita. Dan tentu saja TVRI saat ini menghadapi persaingan ketat dengan bermunculannya TV Swasta yang menyuguhkan acara yang ngetop dan OK.

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah mengubah norma subyektif masyarakat tentang perilaku membayar iuran TVRI misalnya dengan melibatkan pejabat yang mengatakan bahwa para pejabat, tokoh masyarakat juga membayar iuran TVRI (bukan dengan melibatkan pejabat untuk menakut-nakuti) dan mereka mengimbau/mengarahkan untuk membayar iuran TVRI.

Mengubah perilaku.
Langkah pengubahan perilaku dengan cara di atas memang membutuhkan waktu panjang dan melibatkan banyak pihak, namun hasilnya tidak diragukan. Berbeda dengan pengubahan perilaku dengan ancaman hukuman yang seringkali gagal, contoh Bakorstanasda (ikut) menagih iuran TVRI yang tampaknya akan kurang mulus karena ditentang masyarakat sehingga Menteri Penerangan Hartono menyatakan akan memberhentikan jika dirasa meresahkan masyarakat (Jawa Post, 22 Agustus 1997). Contoh pengubahan perilaku dengan teknik Fisbein & Ajzein yang sukses adalah langkah BKKBN dalam mempropagandakan KB di tahun 1970-an. Perilaku masyarakat dari tidak ber-KB menjadi ber-KB dilakukan secara perlahan namun pasti dan melibatkan banyak pejabat dan tokoh masyarakat (termasuk tokoh agama). Banyak informasi tentang pentingnya ber-KB bagi masyarakat. Di samping itu, pemberian penghargaan KB lestari merupakan contoh hadiah yang membanggakan masyarakat karena dapat bertemu dengan pejabat bahkan Presiden Soeharto. Penghargaan KB lestari memiliki pengertian bahwa pejabat (bahkan Presiden) mengharapkan individu untuk ber-KB. Hasilnya pada saat ini generasi muda merasa tidak terpaksa ber-KB karena merasa KB memang bermanfaat bagi dirinya (sikap positif) dan semua orang mengharapkan in dividu ber-KB (norma subyektif positif).

Semoga kasus penarikan iuran TV ini dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua agar tidak hanya mudah memberi hukuman untuk mengubah perilaku orang lain, karena langkah ini secara teoritik dianggap tidak efektif. Dan teori Skinner tentang pentingnya hadiah untuk mengubah perilaku muncul 44 tahun yang lalu. Betapa kunonya kita jika di ujung abad 20 masih mengguna kan hukuman dalam mengubah perilaku.

*) Yusti Probowati, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya di Surabaya.

Rabu, November 14, 2007

SEXORKESTRASI
by Agus SB



Jumat, November 09, 2007

Tikus dan Anti Tikus
Awalnya bermula dari postingan Iwan mengenai kejadian hilangnya barang bawaan ketika barang tersebut berada dalam perjalanan menuju bagasi pesawat. Iwan mengirim postingan tersebut ke beberapa mailing list. Efek bola salju terjadi. Isu ini bergulir, dan memaksa aparat keamanan untuk mengatasinya dan akhirnya bisa terungkap.

Di milis teladan, tanggapan atas posting Iwan tidak kalah serunya. Ada pihak yang dengan bahasa tersamar maupun lugas menuduh siapa di antara anggota milis yang 'bermain'.

Postingan dari rekan Hatta, yang membahas trik dan modus operandi tikus bandara, cukup menarik. Juru kunci blog agak bingung memahami isi tulisan Hatta. Nawaitu sebetulnya apa? Menginspirasi orang lain untuk menjadi tikus? Memperingati orang lain agar hati-hati ketika menaruh barang bawaan di bandara? Atau sebetulnya membuka sendiri jati diri profesinya ?
Wallahualam Bissawab.

Berikut fatsal-fatsal ilmunya yang layak didokumentasikan dalam blog ini. Barangkali bermanfaat bagi rekan-rekan yang sering bepergian dengan pesawat terbang, misalnya Surabaya-Jakarta pulang pergi. (you know who I mean, toh?)

Fatsal 1 :Tikus bandara hanya berani mbobol bagasi dengan tidak meninggalkan bekas. Tidak seperti dulu, nyuwek tas wae wani, walau ada bekas sobekannya. Tapi pemilik tas akan komplain habis ke maskapai (dudu mas Bariq) atau bisa menuntut atas rusaknya tas. Jadi ingat, bobol tanpa bekas. Tetep yhathat, angel ta Yok?

Fatsal 2 :Nah untuk mbobol koper atau tas supaya tidak ada bekasnya, salah satu yang diincar adalah kopor/tas ber-ritsliting (jare Yoyok : lheregan). Ritsliting yang paling mudah adalah rit yang dua gantolan /pegangannya /tarikannya walau digembok jadi satu, tapi gemboknya tidak dikaitkan dengan badan kopor/tas. Jadi dua gantolan dan gemboknya masih bisa jalan kiri-kanan bareng. Ini sasaran paling empuk.

Fatsal 3 : Caranya :Posisi gembok dan 2 tarikan tadi dipinggirkan dulu ke salah satu sisi. Kemudian diantara jalinan untuk rit ditusuk dengan sesuatu yang lancip (nek divisum bekasnya tidak kelihatan karena benda tumpul). Konon bisa dilakukan cukup dengan ujung bolpen untuk rit yang lemah. Bolpen inilah yang dipakai membuka kaitan gigi-gigi rit, ditusuk di sela-2 kaitan untuk kemudian diungkit2 dan digeser2 kiri-kanan. Mbukak byak..Untuk menutupnya kembali tinggal menarik gembok dengan dua kaitanyang bersatu tadi menelusuri rit yang membuka. Agak dipaksakan memang. Rheghedeeeekkkk.... wis nutup maning hampir tanpa bekas.

Fatsal 4 :Untuk gembok yang statis (terkait dengan badan kopor) cara ini tidakbisa dilakukan. Karena tarikan rit dan gembok tidak bisa digerakkanuntuk menutup kembali rit yang membuka. Tapi gandheng maling, ya ada saja caranya. Mbukak kaitan gigi ritnya hampir sama, tapi nutupnya katanya harus mengkaitkan kembali gigi2 rit dengan alat semacam tang berujung lancip. Agak susah dan perlu waktu lebih lama.Waktu aku nyoba sing kuwi malah selak konangan kancaku, njuk ndadak diewangi. Haa, kudu bagi hasil, ta? Ning kancaku saiki wis insap, njuk dadi pulisi.

Fatsal 5 : Pertanyaannya ada 3 : Apakah tikus-tikus bandara akan mbukaki kabeh koper dan tas yang masuk bagasi untuk menggeledah dan mencari barang-barang yang nilainya cucuk? Sehingga untuk menunggu operasi mereka banyak pesawat jadi delay seperti sekarang ini?Atau dibalik, apakah banyaknya jadwal delay sekarang ini gara-gara nunggu operasi tikus? Kenapa mereka pasti selalu "beruntung" membuka koper yang "pasti" ada barang yang cucuk? Nek ra percaya cobanen kopermu tok leboni HP, murahan wae, mesti kena dan merga ming entuk hp murahan njuk malah diacak2 barang liyane. Cobanen wis.. Hampir pasti kena.

Fatsal 6 : Sapa isa njawab 3 (tiga) pertanyaan kuwi ? Apakah psikolog polisi pensiunan tikus bisa ? Ooo..., apa wartawan? Apa kae sing lagi dadi kondektur montor mabur sisan?Hadiahe sebuah koper berisi HP. Tak tunggu di ruang check-in.


hatta (tikus berdaster)

Sabtu, Oktober 27, 2007

DOSEN CLUB

Hasil kiriman koresponden blog teladan 83, tampak di gambar pertemuan para ibu dosen yang sedang membahas resep masakan untuk keluarga di rumah.

Indah Susantun dosen Universitas Islam Indonesia , Dwiyati Pujiastuti eks P1 dosen Universitas Wangsa Manggala dan Indah Widowati dosen di Universitas Pembangunan Nasional ketiganya berlokasi di Ngayogyokarto Hadiningrat.
Ada ' sweet memory' dengan mereka ? Dipersila untuk posting komentar,...

Sumber: koresponden blog cabang Tennese

Senin, Oktober 22, 2007



Hatta
Kemampuan dan kompleksitas kepribadian kawan kita yang satu ini tidak sependek namanya.
'Kemampuan-lebih' apalagi yang bisa dituntut dari seseorang berwajah babah, bernaluri politisi dan berkemampuan jurnalistik yang tinggi? Semua kualifikasi tersebut dimiliki oleh seorang Hatta. Dengan kata lain Hatta merupakan figur lengkap dan paripurna sebagai pemimpin bangsa di masa depan yang selama ini dirindukan. Dia ini adalah si satria piningit yang sering disebut-sebut orang.
Berikut adalah sampel reportase jurnalistik Pak Hatta yang konon mendapat nominasi hadiah "Pulitzer" adalah sebagai berikut:

JOGJA. TLD83. Seperti yang telah diduga banyak pihak, akhirnya pertemuan buka bersama di Jakarta menyisakan banyak kekecewaan. Beberapa calon peserta pertemuan sebenarnya juga telah mengendus bakal terjadinya hal ini. Misalnya Anang, yang tiba-tiba tidak datang dengan alasan ke Aceh. Rinto beralasan anaknya ngompol, padahal visanya ke Indonesia ora metu (kowe WNAm to Rint? Opo WNPat?) . Namun ada pula yang tidak diundang tiba-tiba hadir walau harus menggunakan dana non-budgeter, misalnya Hatta,
Pertemuan Jakarta yang digagas Ami Tantri dan Aris, dengan memperalat Agung, itu semula diadakan untuk membentuk kepengurusan pusat atau DPP, tapi akhirnya tidak menghasilkan apa-apa dan hanya berbentuk acara kangen-kangenan dan makan-makan. Tentu juga minum dan udud. Karena kakunya suasana akhirnya Yoyok berupaya mencairkan suasana dengan gurauan-guarauan masa lalu dan sesekali garuk-garuk kepala mencari ide tambahan.
Surdayi, ketua partai saat orde baru, yang dengan tujuan tertentu dihadirkan langsung dari Makbes oleh Yoyok pun terlihat hanya cengar-cengir saja menunjukkan tidak sukanya pada hidden agenda yang telah disiapkan beberapa pihak.
Atiek, tokoh perju-angan perempuan dari daerah yang paling saru di Indonesia pun tak berhasil mengendalikan suasana, walau telah berupaya menunjukkan alamat emailnya yang heboh itu ke banyak pihak.
Catur nampaknya yang paling menikmati suasana itu dengan tindak-tanduknya yang bola-bali. (Tindak-tanduk = jer ngadeg njipuk tandukan). Kehadiran tokoh lama yang dulu saat berkuasa sangat berpengaruh, Aming, pun tak mampu menahan gejolak kubu-kubu yang bertikai.
Akibat ketidakpuasan atas draft kepengurusan ini, dua tokoh yang tersingkir dari pencalonan, Anang dan Iwan, akhirnya menggagas pertemuan Jogja. Dengan memperalat tokoh lokal yang lugu-lugu, yaitu Himawan, Cungi dan Hatta maka dengan gampangnya terkumpul massa di Kotagede, tempat yang sangat legendaris menjadi tuan rumah Konggres PKI masa itu. Paijo-pun dilibatkan mengerahkan massa hingga ke daerah kekuasaan Paimo di Prambanan.
Kedua tokoh yang kecewa dengan hasil pertemuan Jakarta itu dalam menggagas pertemuan Jogja juga didukung tokoh perempuan yang berseberangan dengan Atiek, siapa lagi kalau bukan Dinar. Sedangkan koalisi Ananta dan Yuli pecah. Yuli tidak ikut masuk ruang dengan alasan nunggu anaknya di parkiran. Sumber lain mengatakan hal itu direkayasa bersama Cungi dengan produk CTM-nya.
Sampai saat ini hasil pertemuan Jogja yang sampai diadakan dua kali secara rahasia itu belum juga katahuan hasilnya, tetapi disinyalir bakal ada DPP kembar, yaitu DPP Jakarta dan DPP Jogja (koyo Muhammadiyah wae; nek NU eneng DPP Jkt karto DPP Jombang; nek YayukFox DPP-ne Keparakan karo DPP Nagan).
Dari keterangan sumber yang layak dipercaya, atas pertemuan Jogja tersebut, kandidat kuat Ketua DPP kubu Jakarta, Aris Prihanta menyatakan siap melaporkan Iwan, Anang dan Dinar kepada Yoyok dan Surdayi dengan didampingi Luthfie. Kemarin sore laporan itu sudah disampaikan di tempat Bu Timin. (pzq).
IMBALAN BUAT BUNDA YANG BEKERJA KERAS
di LUAR RUMAH


Sumber: Hasil ulangan anak seorang teman (E-mail berantai)

Sabtu, Oktober 20, 2007

KANGEN BAND - EKSPRESI PERASAAN ALUMNI TELADAN83
Mudah-mudahan dalam pertemuan yang akan datang, panitia bisa mendatangkan Kangen Band untuk menghibur seluruh anggota alumni. Nama band ini kebetulan secara jitu mampu mengekspresikan perasaan yang ada dalam sanubari yaitu 'kangen' untuk bertemu.
Simak lirik hit-band dari Lampung yang sangat inspiratif berjudul (silakan klik) "Selingkuh" atau "Tentang Aku dan Dia" yang liriknya sebagai berikut:
"Tentang Aku, Kau dan Dia"
--------------------------------
Selayaknya engkau tahu
Betapa ku mencintaimu
Kau tenangkan dari mimpi burukku
Selayaknya kau mengerti
Betapa engkau ku kagumi
Kau telah tinggal dalam palung hati
...
Betapa hancur hatiku
Melihat engkau bersamanya
Namun kumencoba 'tuk tegar menghadapinya
Jangan kau menangis lagi
Tak sanggup aku melihatnya
Sekarang kau pilih diriku atau dirinya
...
Reff:
Kutuliskan cerita
Tentang engkau dan dia
Membuat hatiku s'makin terluka
Sudah usai sudah cerita engkau dan aku
Kuanggap sebagai bingkisan kalbu wo,... woou

PARTAI LOKAL TELADAN83

Dari kanan kekiri: Sofyan-politisi, Dwi 'simbah' Antara-arsitek, Wahyudi-test councellor, Daru Lalito-politisi, Ananto-ingsinyur, Sumadi-matematikawan dan Yuli (?)

Jumat, Oktober 19, 2007


Almarhum Alief Menuju Peristirahatan Terakhir
Tak terasa hampir satu setengah tahun, almarhum Alief meninggalkan kita. Gambar di atas adalah mobil ambulans yang akan membawa jenazah Alief ke kota kelahirannya di Brebes untuk dikebumikan. Rekan Agung dan Dinar berkesempatan untuk melepaskannya.
Posting-posting Alief di milis selalu penuh canda dan atensinya terhadap teman yang lain sangat besar. Kita benar-banar sangat kehilangan.
Semoga ruh rekan kita diterima di sisi-Nya sesuai dengan amal perbuatan-nya.
Sumber foto: IQH, lokasi RS Harapan Kita



TAMAN KAWAK-KAWAK

Pak Wahyudi dengan menggunakan kemampuan manajerialnya dalam mengelola bimbingan tes berhasil 'memaksa' koleganya yang sekolahnya sudah katam untuk kembali ke taman kanak-kanak dan merasakan kembali nikmatnya bermain ayunan.

Berikut ilustrasi pertemuan tersebut yang disampaikan oleh Iwan QH, mantan pemimpin redaksi salah satu majalah terkemuka di Indonesia.

"ini foto kumpul2 saya dengan wahyudi -ex P1, (kini manajer di primagama), sumadi (p4), himawan (p1). sofyan (p1, kini ketua pan yogya), tidak tampak di foto karena sudah pulang duluan karena ada acara keluarga.
pertemuan ini berlangsung pada selasa 16 okt, siang, di rumah keluarga uni lubis, di panembahan.
acara ini merupakan kelanjutan dari pertemuan dpp yang pertama, di omah duwur. dalam pertemuan itu, hattakawa, yang mengangkat dirinya sebagai ketua informal, mengatakan: ayo, ayo, ayo segera buat rancangan detail...
nah, kami kemudian menggelar rapat...
pertemuan ini kemudian dilanjutkan pada kamis malam, di tempat yang sama, dengan peserta lebih besar"

Sumber foto: IQH

Amri 'Aming' Aswonoputro

Jujur, juru kunci blog ini tidak tahu banyak tentang kiprah ketua OSIS kita ini. Maklum jaman sekolah dahulu kami berbeda 'kasta' ;-))
Aming termasuk 'kaum elit', sedangkan saya dan beberapa teman adalah 'golongan sulit'. Dalam arti sulit mendapat nilai 30 sekalipun setiap ulangan kimia organik Pak Pandi.

Sepengetahuan juru kunci, Pak Aming berkuliah di jurusan teknik sipil Universitas ngGadjah Mada. Persis, beliau sejatinya adalah seorang tukang ingsinyur.

Pada saat industri perbankan sedang booming beberapa tahun yang lalu, dimana semua orang dari berbagai latar belakang ilmu berbondong-bondong masuk ke bidang ini, Pak Aming tidak ketinggalan kereta. Beliau pernah bekerja di Bank Niaga.

Setelah itu kabar beliau kabur. Kata orang Aming kemudian 'main kayu' di Yogya, kota yang membesarkan dirinya.

Kalau melihat namanya, 'aswonoputro', kita bisa menebak bahwa Aming ini seorang 'anak hutan'. Tidak heran karena ayah beliau adalah 'godfather' di bidang kehutanan. Semua pejabat departemen kehutanan kebanyakan adalah murid beliau.

Belakangan, dari kartu nama yang diberikan kepada hadirin reuni, Pak Aming sudah balik ke Jakarta dan bekerja di PT Bakrieland Development, Tbk.