Memorabilia di samping ini adalah stiker tanda parkir di SMA I jaman dulu. Hanya anak murid dari keluarga golongan menengah ke atas yang memiliki stiker pas tersebut. Dengan kata lain pemegangnya adalah kaum elite.Mayoritas anak murid sma1 jaman dulu adalah pejalan kaki atau backpacker menurut istilah sekarang, naik kol kampus atau paling banter bersepeda onthel.
Foto digital stiker di samping ini dikirim oleh Pak Hatta. Kalau dipikir-pikir hal ini terasa aneh. Stiker berusia lebih dari 1/4 abad tersebut di tangan Pak Hatta ternyata masih lus-mulus kondisinya. Stiker tersebut sepertinya tidak pernah ditempelkan di motor. Fenomena tersebut menerbitkan beberapa spekulasi.
1) Sdr Hatta pada saat itu sebetulnya tak bermotor, tapi demi sebuah imej agar bisa dianggap golongan elite, maka dengan segala daya upaya saudara kita tersebut berusaha mendapatkan legitimasi dengan memiliki stiker. Jadilah dia "stiker tak bermotor" yang abadi tersimpan rapi.
2) Sdr Hatta dihinggapi kompleks rendah diri. Ketika kenalan dengan gadis nonTeladan, stiker tersebut yang ditunjukkan sebagai bukti bahwa ybs adalah murid sma teladan. Jangan-jangan sampai sekarang stiker tersebut masih dimanfaatkan. Siapa yang tahu?? Pantaslah kalau stiker tersebut masih kinclong sampai saat ini.
3) Sdr. Hatta adalah seorang cenayang atau paranormal, yang dapat meramal bahwa stiker parkir tersebut dua puluh lima tahun kemudian dapat di-upload di internet dengan teknologi komputer.
4) Sdr Hatta memiliki kelainan psikologis. Jamak apabila orang menyimpan sertifikat deposito selama bertahun-tahun. Tapi kalau ada yang menyimpan stiker sepanjang masa itu? Apa (yang harus) dikatakan dunia ??




















Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) merupakan sebuah forum diskusi yang dibentuk atas kerjasama antara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Forum Umat Islam (FUI), Majelis Taklim Wisma Dharmala Sakti (WDS) YPI Al-Azhar dan Khilafah Center.
Wawan begitu biasa dipanggil adalah eks P1. Sekarang beliau bekerja di dunia asuransi dan penjaminan.

Eks P4 ini alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, bekerja pada lembaga riset dan investasi PT Danareksa



Keduanya eksP4. Keduanya para penegak hukum. Catur bekerja sebagai auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Suryadi Utomo seorang ahli kimia sekaligus anggota kepolisian bekerja pada Pusat Laboratorium Forensik. Setelah bertemu kembali dalam kurun lebih 20 tahun, tampak bahwa sebetulnya kedua mahluk tersebut memiliki kemiripan fisikal. Seperti saudara kembar.





Mudah-mudahan dalam pertemuan yang akan datang, panitia bisa mendatangkan Kangen Band untuk menghibur seluruh anggota alumni. Nama band ini kebetulan secara jitu mampu mengekspresikan perasaan yang ada dalam sanubari yaitu 'kangen' untuk bertemu. 




