Kamis, November 29, 2007


Karel Ibnu Suratno

Karel eks P5 sekarang ini bekerja pada Dinas Pertambangan Provinsi Jambi. Anaknya tiga. Dulu waktu SMA jago main bola dan gitar, baik hati, tidak sombong dan suka menawari boncengan,...
Ditambah tampangnya yang boleh. Mas Karel waktu muda memiliki semua persyaratan sebagai seorang heart breaker. 
Sayangnya mbak-mbak di sma1 pada saat itu lebih suka books daripada bermain heart (nama sejenis permainan kartu).
Kata Iwan: Selamat menikmati wajah Karel
Kata Anang: Wajah kok dinikmati,...
Kata juru kunci: Wong mas Karel saja suka menikmati kopi, masak 'wajahnya' gak boleh dinikmati??

Selasa, November 27, 2007

Shinta

Juru kunci blog tidak tahu banyak mengenai Ibu yang satu ini, kecuali bahwa namanya adalah Shinta. Duluuuu sekali, juru kunci hanya berani mencuri-curi pandang. Sekarang setelah sekian puluh tahun, keberanian juru kunci tidak juga bertambah, ... hanya berani mencuri-curi foto.

Rekan-rekan yang tahu 'who is who' Ibu Shinta dipersila dengan sangat untuk mengisi komentar di bawah ini. Siapakah Shinta ini dulu dan sekarang??

Sabtu, November 24, 2007

Jaim at Forty

Please put your cursor onto the picture and then click it.

Gotcha!! you will understand what I mean ;-))

Jumat, November 23, 2007

The Evolution of Human Being
























Thanks to Adobe Photoshop !!

Kamis, November 22, 2007

Ustadz Luthfie Hakim, SH




Ustadz Luthfie Hakim SH, sedang menyampaikan pidatonya pada acara akbar Konferensi Khilafah Internasional yang hingar bingar tempo hari di Stadion Utama Gelora Senayan.

Beliau selain sebagai pejuang khilafah, yang menunggu saat untuk memimpin dunia, ternyata juga skeptis terhadap demokrasi dan menganggap demokrasi tidak lebih hanyalah sebuah ilusi.

Anda sepaham dengan Pak Luthfie? Ikuti dan simak diskusi bulanan yang rajin diselenggarakan oleh beliau contohnya seperti undangan berikut ini:


Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) merupakan sebuah forum diskusi yang dibentuk atas kerjasama antara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Forum Umat Islam (FUI), Majelis Taklim Wisma Dharmala Sakti (WDS) YPI Al-Azhar dan Khilafah Center.

Minggu, November 18, 2007

IGW Budi Setiawan


Wawan begitu biasa dipanggil adalah eks P1. Sekarang beliau bekerja di dunia asuransi dan penjaminan.


GURITNO

Guritno adalah seorang bankir. Beliau lulusan Fakultas Ekonomi Universitas ngGadjahmada jurusan manajemen dan sekarang bekerja pada Bank Mega. Walaupun suka bercanda, jangan pernah main-main dengan dia karena Guritno adalah seorang pendekar dari peguruan silat Merpati Putih, ciaat....






Wiwik Suhartati


Eks P4 ini alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, bekerja pada lembaga riset dan investasi PT Danareksa









Evy Dwikorina




Teman kita yang satu ini, menurut sahibul hikayat adalah ahli numerologi ;-) Spesialis untuk dua angka saja

Bekerja di dunia advertising, perusahaannya merupakan leader di industrinya: Matari Adv.





Agung Wibawa


Agung Wibawa eks P2. Sekarang bekerja di bidang Informasi dan Teknologi bersama dengan Sumadi eks P4
Suryadi Utomo dan Catur Iman Pratignyo

Keduanya eksP4. Keduanya para penegak hukum. Catur bekerja sebagai auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Suryadi Utomo seorang ahli kimia sekaligus anggota kepolisian bekerja pada Pusat Laboratorium Forensik. Setelah bertemu kembali dalam kurun lebih 20 tahun, tampak bahwa sebetulnya kedua mahluk tersebut memiliki kemiripan fisikal. Seperti saudara kembar.

Catur setelah lulus sebagai ajun akuntan mengabdikan ilmunya di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara Suryadi setelah lulus dari Fakultas Farmasi UGM, mendaftar sebagai anggota kepolisian dan pernah ditempatkan di Banda Aceh pada saat peristiwa dramatis Tsunami terjadi di sana.






Kamis, November 15, 2007

Dr. Yusti Probowati Rahayu


Beliau adalah dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Psikologi hukum merupakan bidang keahliannya.
Dr. Yusti dilahirkan di kota Probolinggo pada bulan September wetonnya Selasa Pahing. Tepatnya berdasarkan penanggalan jawa adalah: 15 Jumadilawal 1896-Be. Selanjutnya menurut Yayasan Sekarjagad Foundation. Orang yang lahir dengan weton tersebut mempunyai perwatakan sebagai berikut:
Dino Selasa: Pemarah dan pencemburu, luas pergaulannya
Pasaran Pahing: Selalu ingin memiliki (barang),
kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan barang,
suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya,
kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan,
sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali
Selanjutnya situs tersebut mendeskripsikan lebih lanjut:
Sadwara: Aryang; (Manusia) Pelupa
Padangon: Wurung; (Api) Tidak sabaran, bersemangat dalam mencapai cita-cita
Ramang: Demang Kadhuwuran: Sering mendapat perkara, suka membantah
Paarasan: Aras Kembang; Memiliki pesona daya tarik terhadap lawan jenis.

Ibu Yusti rajin melakukan penelitian dan kajian, beberapa diantaranya sudah diterbitkan dalam bentuk buku dan dimuat dalam jurnal ilmiah. Yang membuat kagum adalah minat Ibu Yusti ini tidak terbatas pada soal psikologi tapi juga hukum, serta ... agama dan terorisme!!! Judul-judul kajian beliau misalnya:
1. Di Balik Putusan Hakim: Kajian Psikologi Hukum Dalam Perkara Pidana, diterbitkan oleh Citramedia tahun 2005. Buku ini dikoleksi oleh beberapa universitas ternama di antaranya: Universitas Leiden dan National Library of Australia. Harga resmi buku ini adalah Rp30.000,00 tetapi anda bisa membelinya cukup dengan harga Rp24.000,00 di Toko Buku Uranus online. Ingat belilah di toko tersebut, jangan pada juru kunci blog ;-)
2. Agama Sebagai Coping Permasalahan Seorang Diri, yang dimuat dalam Journal Psikologi Anima
3. Narapidana Teroris: Penyebab Munculnya dan Upaya Penanganannya, diterbitkan oleh LPPM Universitas Surabaya
4. The Requisitory of Public Prosecutor And The Authoritarian Personality of Judge On Sentencing Ptocesses In Indonesia (mohon mangap, saya tidak tahu terjemahannya dalam Bahasa)

Pada bulan September 2006, beliau berdiskusi agama Islam dengan topik "Damai sambut Ramadan dari Kampus ke Surabaya" di Universitas Surabaya.
Seminar terakhir yang diikuti oleh Ibu Yusti berdasarkan primbon mutakhir yang dipunyai juru kunci kunci blog adalah mengenai Konferensi Internasional Perkotaan.

Kalau anda punya anak kecil dan memiliki problem bagaimana mulai mengenalkan uang pada anak anda maka ulasan ibu Yusti terhadap masalah tersebut patut anda simak.

Stay tune to blog teladan83 !!
Sabaaar ;-))
Seputar Penarikan Iuran Televisi
Oleh: Yusti Probowati


NIAT individu ditentukan oleh dua hal yaitu sikap individu terhadap perilaku dan norma subyektif tentang perilaku. Sikap individu terhadap perilaku membayar iuran TVRI misalnya apakah membayar iuran TVRI merupakan sesuatu yang penting bagi dirinya?
Apa kegunaan membayar iuran TVRI bagi dirinya?

Sedangkan norma subyektif tentang perilaku membayar iuran TVRI adalah persepsi individu tentang apa yang dipikirkan orang yang penting baginya dalam hal membayar iuran TVRI. Misalnya individu mempersepsi bahwa pak RT, atasannya, pejabat yang dikenalnya tidak membayar iuran TVRI dan mereka tidak meng harapkan individu membayar iuran TVRI.
Dengan menggunakan teori Fisbein & Ajzein di atas, jika Yayasan TVRI akan mengubah perilaku masyarakat dari tidak membayar menjadi membayar iuran TVRI maka dapat dilakukan dua cara. Yang pertama adalah dengan mengubah sikap individu terhadap perilaku membayar iuran TVRI. TVRI harus membuktikan bahwa membayar iuran TVRI itu penting bagi individu (bukan hanya bagi TVRI), misalnya jika tidak membayar iuran TVRI tidak bisa menyaksikan acara TVRI yang menarik seperti Dunia dalam Berita. Dan tentu saja TVRI saat ini menghadapi persaingan ketat dengan bermunculannya TV Swasta yang menyuguhkan acara yang ngetop dan OK.

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah mengubah norma subyektif masyarakat tentang perilaku membayar iuran TVRI misalnya dengan melibatkan pejabat yang mengatakan bahwa para pejabat, tokoh masyarakat juga membayar iuran TVRI (bukan dengan melibatkan pejabat untuk menakut-nakuti) dan mereka mengimbau/mengarahkan untuk membayar iuran TVRI.

Mengubah perilaku.
Langkah pengubahan perilaku dengan cara di atas memang membutuhkan waktu panjang dan melibatkan banyak pihak, namun hasilnya tidak diragukan. Berbeda dengan pengubahan perilaku dengan ancaman hukuman yang seringkali gagal, contoh Bakorstanasda (ikut) menagih iuran TVRI yang tampaknya akan kurang mulus karena ditentang masyarakat sehingga Menteri Penerangan Hartono menyatakan akan memberhentikan jika dirasa meresahkan masyarakat (Jawa Post, 22 Agustus 1997). Contoh pengubahan perilaku dengan teknik Fisbein & Ajzein yang sukses adalah langkah BKKBN dalam mempropagandakan KB di tahun 1970-an. Perilaku masyarakat dari tidak ber-KB menjadi ber-KB dilakukan secara perlahan namun pasti dan melibatkan banyak pejabat dan tokoh masyarakat (termasuk tokoh agama). Banyak informasi tentang pentingnya ber-KB bagi masyarakat. Di samping itu, pemberian penghargaan KB lestari merupakan contoh hadiah yang membanggakan masyarakat karena dapat bertemu dengan pejabat bahkan Presiden Soeharto. Penghargaan KB lestari memiliki pengertian bahwa pejabat (bahkan Presiden) mengharapkan individu untuk ber-KB. Hasilnya pada saat ini generasi muda merasa tidak terpaksa ber-KB karena merasa KB memang bermanfaat bagi dirinya (sikap positif) dan semua orang mengharapkan in dividu ber-KB (norma subyektif positif).

Semoga kasus penarikan iuran TV ini dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua agar tidak hanya mudah memberi hukuman untuk mengubah perilaku orang lain, karena langkah ini secara teoritik dianggap tidak efektif. Dan teori Skinner tentang pentingnya hadiah untuk mengubah perilaku muncul 44 tahun yang lalu. Betapa kunonya kita jika di ujung abad 20 masih mengguna kan hukuman dalam mengubah perilaku.

*) Yusti Probowati, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya di Surabaya.

Rabu, November 14, 2007

SEXORKESTRASI
by Agus SB



Jumat, November 09, 2007

Tikus dan Anti Tikus
Awalnya bermula dari postingan Iwan mengenai kejadian hilangnya barang bawaan ketika barang tersebut berada dalam perjalanan menuju bagasi pesawat. Iwan mengirim postingan tersebut ke beberapa mailing list. Efek bola salju terjadi. Isu ini bergulir, dan memaksa aparat keamanan untuk mengatasinya dan akhirnya bisa terungkap.

Di milis teladan, tanggapan atas posting Iwan tidak kalah serunya. Ada pihak yang dengan bahasa tersamar maupun lugas menuduh siapa di antara anggota milis yang 'bermain'.

Postingan dari rekan Hatta, yang membahas trik dan modus operandi tikus bandara, cukup menarik. Juru kunci blog agak bingung memahami isi tulisan Hatta. Nawaitu sebetulnya apa? Menginspirasi orang lain untuk menjadi tikus? Memperingati orang lain agar hati-hati ketika menaruh barang bawaan di bandara? Atau sebetulnya membuka sendiri jati diri profesinya ?
Wallahualam Bissawab.

Berikut fatsal-fatsal ilmunya yang layak didokumentasikan dalam blog ini. Barangkali bermanfaat bagi rekan-rekan yang sering bepergian dengan pesawat terbang, misalnya Surabaya-Jakarta pulang pergi. (you know who I mean, toh?)

Fatsal 1 :Tikus bandara hanya berani mbobol bagasi dengan tidak meninggalkan bekas. Tidak seperti dulu, nyuwek tas wae wani, walau ada bekas sobekannya. Tapi pemilik tas akan komplain habis ke maskapai (dudu mas Bariq) atau bisa menuntut atas rusaknya tas. Jadi ingat, bobol tanpa bekas. Tetep yhathat, angel ta Yok?

Fatsal 2 :Nah untuk mbobol koper atau tas supaya tidak ada bekasnya, salah satu yang diincar adalah kopor/tas ber-ritsliting (jare Yoyok : lheregan). Ritsliting yang paling mudah adalah rit yang dua gantolan /pegangannya /tarikannya walau digembok jadi satu, tapi gemboknya tidak dikaitkan dengan badan kopor/tas. Jadi dua gantolan dan gemboknya masih bisa jalan kiri-kanan bareng. Ini sasaran paling empuk.

Fatsal 3 : Caranya :Posisi gembok dan 2 tarikan tadi dipinggirkan dulu ke salah satu sisi. Kemudian diantara jalinan untuk rit ditusuk dengan sesuatu yang lancip (nek divisum bekasnya tidak kelihatan karena benda tumpul). Konon bisa dilakukan cukup dengan ujung bolpen untuk rit yang lemah. Bolpen inilah yang dipakai membuka kaitan gigi-gigi rit, ditusuk di sela-2 kaitan untuk kemudian diungkit2 dan digeser2 kiri-kanan. Mbukak byak..Untuk menutupnya kembali tinggal menarik gembok dengan dua kaitanyang bersatu tadi menelusuri rit yang membuka. Agak dipaksakan memang. Rheghedeeeekkkk.... wis nutup maning hampir tanpa bekas.

Fatsal 4 :Untuk gembok yang statis (terkait dengan badan kopor) cara ini tidakbisa dilakukan. Karena tarikan rit dan gembok tidak bisa digerakkanuntuk menutup kembali rit yang membuka. Tapi gandheng maling, ya ada saja caranya. Mbukak kaitan gigi ritnya hampir sama, tapi nutupnya katanya harus mengkaitkan kembali gigi2 rit dengan alat semacam tang berujung lancip. Agak susah dan perlu waktu lebih lama.Waktu aku nyoba sing kuwi malah selak konangan kancaku, njuk ndadak diewangi. Haa, kudu bagi hasil, ta? Ning kancaku saiki wis insap, njuk dadi pulisi.

Fatsal 5 : Pertanyaannya ada 3 : Apakah tikus-tikus bandara akan mbukaki kabeh koper dan tas yang masuk bagasi untuk menggeledah dan mencari barang-barang yang nilainya cucuk? Sehingga untuk menunggu operasi mereka banyak pesawat jadi delay seperti sekarang ini?Atau dibalik, apakah banyaknya jadwal delay sekarang ini gara-gara nunggu operasi tikus? Kenapa mereka pasti selalu "beruntung" membuka koper yang "pasti" ada barang yang cucuk? Nek ra percaya cobanen kopermu tok leboni HP, murahan wae, mesti kena dan merga ming entuk hp murahan njuk malah diacak2 barang liyane. Cobanen wis.. Hampir pasti kena.

Fatsal 6 : Sapa isa njawab 3 (tiga) pertanyaan kuwi ? Apakah psikolog polisi pensiunan tikus bisa ? Ooo..., apa wartawan? Apa kae sing lagi dadi kondektur montor mabur sisan?Hadiahe sebuah koper berisi HP. Tak tunggu di ruang check-in.


hatta (tikus berdaster)