Senin, Juni 30, 2008

Dokter Rini dan Pasiennya

Tampak dalam gambar dokter Rini dan pasiennya yang sangar-sangar. Yang pasti para pasien punya keluhan berkaitan dengan spesialisasi sang dokter yang ahli di bidang anu dan anu ;-)

Keluhan pasien dapat ditebak dari posisi tangannya. 'Siapa dan yang mana' sedang sakit 'apa'?
Simak reportase perburuan alumni yang dilakukan Pak Hatta di bawah ini:

Lumantar info seka Nursuciono, mau mbengi akhire aku nemu Indiah Perwitasari YuswaRINI OPTIK ning Palembang, sakwise sakjeroning 25 tahun ora ketemu.

RINI mau awan lagi entas teka seka mudik Jogja.

Ngejak SUHErWAN sing tak ampiri ing sakwijining hotel berinisial SM, bar mangan pindang patin (tapi dudu patin versi Pekanbaru a la Ari Nardani), aku nemoni RINI sing lagi sibuk nyiapke acara temu dokter kulit dan kelamin nasional di Aston Hotel.

Jarene, RINI wis 5 tahun ning Palembang, praktek ning RS Caritas tempat suamine dadi wakil direktur.

Ngancani RINI sing sibuk ngawasi suplayer panggung, soundsystem, stan pameran lan meja-kursi, ananging aku ora sempat takon kenapa RINI milih spesialis kulit dan kelamin.

Aku uga ora sempat takon, jenis penyakit apa sing favorit ning Palembang.

Aku uga ora sempat takon, apa RINI siap mbantu kanca-kanca SMA, umpama eneng sing mbutuhke keahliane kuwi... (misale eneng sing pengin mutihke kulit anune...)

Hatta

A Man So Called Suherwan


Eneng kedadeyan sing tansah tak eling-eling seka SUHErWAN :

Nalika SMA dheweke ngancani simbahe ning Sayidan. Tahun 1982-an daleme simbahe kena musibah banjir gede kali code. SUHErWAN pamit ora mlebu sekolah. Layang pamite marahi trenyuh, ning ya rada ngguyokke, kira-kira ngene :

...minta ijin tidak masuk sekolah karena buku saya basah semua...

Kesimpulanku :

Ora nggawa buku UUD-45 dapat menyebabkan musibah yang lebih besar dibanding banjir.

Halo, Wan. Nuwun ya, wis dijajakke pindang patin Palembang.

Iki tak kirim foto geger-mu.


Sumber foto: Hattakawa studio
Didik Satya

Mega Karang dulu Puspa

Sam Gautama Karnajaya

Arsitek yang sedang bermain dengan Penyu Blora
Susi Pujiastuti di Kick Andy

Kisah perjuangan Susi yang diceritakan di Kick Andy, menginspirasi banyak orang. Dua diantaranya saya dapat dari bloggers berikut ini. Klik hyperlink untuk membaca versi lengkapnya.

Bisa Sukses Meskipun Tidak Lulus SMA
Juga ada cerita dari Ibu Susi Pujiastuti yang belum sempat menuntaskan sekolah SMAN-nya tapi sudah sukses dengan menjadi exportir ikan segar ke berbagai negara dengan omset miliaran.

Dan saat dia mengembangkan maskapai penerbangan Susi Air dengan 12 pesawat Cessna Grand Caravan, hanya dengan modal awal 750 ribu rupiah. Dan dia menorehkan sebagai pesawat yang mendarat pertama kali di Meulaboh saat musibah tsunami beberapa tahun yang lalu.

Kerjakan yang tidak dikerjakan orang lain
Cara kerja Bu Susi tak lazim, gender tidak relevan lagi baginya. Waktu secara definitif tidak menjadi penghalang, pagi-malam-siang, bukan lagi ukuran untuk kerja atau berhenti kerja. Usaha transportasi udara yang dirintisnya, tidak bersaing dengan maskapai yang ada. Ia melayani rute-rute pendek dengan medan yang hanya bisa dijalani oleh pesawat-pesawat kecil. Usaha ini menjadi komersial, saat Ia dan suaminya dengan semangat kemanusiaan, nekat mendaratkan pesawatnya di Meulaboh, diatas landasan yang retak-retak dan tinggal tersisa 400-an meter. Ada kebutuhan pesawat kecil (dengan pilot nekat) saat itu, dan ada Bu Susi disitu, yang tak berniat mengkomersialkan pesawatnya. Aksi kemanusiaan di Aceh “membalas” nya dengan membukakan jalan usaha transportasi udara, Susi Air.

Bu Susi berhenti sekolah kelas 2 SMA. “sekolah tidak mengakomodir keinginan saya..” ujarnya.
Ampun deh...Saya kagum kepadanya.

Sabtu, Juni 28, 2008

Campursari

Endang Tonti ek P3

Yuli eks P2


Wikanto dan ajudannya

Hadirin Waroeng Podjok Pacific Place
Iwan, Anon dan Nursuciono

Dinar dan duo Evi(e)s


Tri Mas Getir: Agus Petruk - Hanto - Dinarta

Sumber foto: Kamera Hatta

Rabu, Juni 25, 2008

Pak Polisi

Hiking Kali Kuning: Nostalgia
Mengisi liburan, keluarga Cungi dan keluarga Rinta Gellert yang sedang balik kampung bersama2 ber-hiking ria ke Kali Kuning tgl 24/6/08.

Foto bersama : berdiri di depan dari kiri : Rinta Gellert, Adrian, Isabel, Ignas, Asih alias Bu Cungi, Echa. Belakang : Cungi, Paul Gellert, Frans.
Anak2 keluarga Gellert dan keluarga Cungi main air di mata air Kali Kuning .
Anak2 'Mrika atau anak2 mriki sama saja, kalau lihat air sukanya ciblon.

Dibandingkan dengan 25 tahun lalu saat hiking dengan THA, tampak beberapa perubahan mencolok di seputar Kali Kuning. Di beberapa tempat tebing sungai yang tingginya puluhan meter longsor. Sekarang Kali Kuning nampak lebih keruh karena penambangan pasir di tengah sungai. Tetapi di bagian hulu pemandangan masih indah, suejukkkk.

Salam,
Cungi

Sabtu, Juni 21, 2008

Ir. Yohanes Yuli Mulyanto
Ir. Yuli Mulyanto adalah alumni SMA I eks P4. Beliau sekarang menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Teknik Sipil Unika Soegijo Pranata di Semarang. Pak Yuli selepas SMA melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Sipil Universitas Gadjahmada. Sementara gelar paska sarjananya Beliau peroleh dari Institut Teknologi Bandung.
Sumber foto: Situs Fakultas Teknik Sipil Unika Soegija Pranata

Jumat, Juni 20, 2008

Bu Ndaru
Foto siapa gerangan di atas?? Juru kunci juga belum tahu. Yang jelas model tersebut dipergunakan sebagai gambar pembuka untuk situs Bundaru, nama suatu usaha yang bergerak dalam jasa rias pengantin, siraman, tingkeban dan lain-lain. Pemiliknya adalah Bu Ndaru. Kalau menyimak namanya pasti Bu Ndaru ini istrinya Pak Ndaru. Dan tahukah anda siapakah Pak Ndaru itu ?? Beliau adalah teman SMA kita lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu. 
Kunjungi situs bundaru tersebut apabila anda berhasrat untuk siraman lagi  ;-))

Selasa, Juni 17, 2008

Ook Jatmiko dan Keluarga di Swedia


Sabtu, Juni 14, 2008

Laskar P3


Eri 'Kumis' Purnomo


Hartono Halim dan Tulasmo

Reuni Waroeng Podjok


Dari kiri ke kanan searah jarum jam: Dinar, Evy, Agus Petruk, Hanto, Dinarta dan Iwan

Jumat, Juni 13, 2008

Vipia

Nursuciono

Dinarta Rajasa eks P5

Dinar Prasidono dan Juniornya

Inod junior lahir pada tanggal 14 Maret 1992 atau 10 Ramadhan 1412 H. Wetonnya ditambah bulan kelahirannya sangat istimewa: Setu Pahing dan Ramadha. Jagoan ini sekarang duduk di SMA Labschool. Secara kebetulan tanggal kelahirannya sama dengan tanggal kelahiran putri semata mayang dari pada Pak Hatta.
Coba Tebak Mana yang Artis Mana yang Alumni ??

Senin, Juni 02, 2008

Heru atawa Badrun

Yoyok dan Joko Tirtono sedang bernegosiasi. Mereka sudah bersekolah yang sama sejak sebelum SMA. Kalau mengamati ekspresinya, kayaknya masih ada urusan waktu kecil yang belum mereka selesaikan.
Hari Purwanto eks P4
Pemilik Toko Roti Jakarta di Yogyakarta

Yuristianti di Papua

It's small world. Pak Danang yang bertugas di Yogya baru saja bertemu dengan Anti di tanah Papua yang berjarak beribu-ribu kilometer. Sementara kita di somewhere bisa melihat foto tersebut dari layar komputer. 
Ibu Anti adalah eks P4 dan seorang dokter gigi. Bekerja untuk UNICEF. Sementara Pak Danang (berkemeja putih) adalah eks P3 mengajar di almamaternya, UGM. 
Juru Kunci ndak yakin apakah dulu waktu jaman SMA, baik Ibu Anti maupun Pak Danang pernah berkomunikasi sedekat ini.
Sumber foto: Pak Danang, sebagai bukti bahwa telah menginjak tanah papua

Minggu, Juni 01, 2008

Dari kiri ke kanan: Haryo yang masih goyud, Lilik (?), Danang Wardono, Maya, Mas Ndut, Meineni bergaya seperti artis filem India dan Yulia atawa A Jin. Juru kunci tidak tahu lokasi pengambilan gambarnya.

Sumber foto: Koleksi Kapun

Blue Energy atawa Blue Pelem ??

Foto di atas sangat nyolowadi. Apa yang sedang asyiik dinikmati oleh anak-anak eks P3 ini?. Apakah sedang praktik laboratorium meneliti blue energy? Tampaknya bukan. Pada saat itu enerji alternatif tersebut belum dikenal. Jangan-jangan lagi nonton blue pelem,... ;-))
Tampak dalam gambar diantaranya: eri kumis, danang, iskandar gepeng, husni, wahyudin alias kapun, haryo atawa goyud, muh banutoro dan nizam.


Ini foto potongannya. Ada Restu Isjumadi dalam gambar. Anehnya Restu fokus ke objek yang berbeda atau lagi menghayati cerita pilemnya?
Sumber foto: Koleksi Kapun

Keluarga Nursuciono

Pak Nursuciono beserta keluarga ketika sedang berlibur di Danau Toba. Selepas SMA dari eks kelas P2, beliau meneruskan pendidikan di Fakultas Teknik Sipil ITB dan sekarang berkarya di Perusahaan Listrik Negara. Pak Nur sedang mengambil program S2 ITB Bidang Energy Management kelas Jakarta. Kalau ndak ngeliat fotonya yang sekarang, saya yakin banyak teman yang susah mengenali wajah Pak Nur ini.

Sumber foto: Koleksi Keluarga