Sabtu, Mei 31, 2008

Danang Parikesit dan Keluarga

Pak Danang dan istri (Dani Krisnawati) beserta kedua putrinya (Della dan Dissa).
Sumber foto: koleksi pribadi keluarga

Vipia Yanuachandra dan Keluarga
Tuh lihat, anaknya Evie sudah besar. Sebentar lagi si Pei jadi nenek-nenek ;-))
Sumber foto: Pei Friendster (http://profiles.friendster.com/10057883)
Keluarga Wiryanto Dewobroto

Mas Wiryanto Dewobroto, istrinya dan sepasang putra-putrinya. Mas Wir sekarang mukim di Bekasi dan menjadi dosen di Universitas Pelita Harapan.
Sumber Foto: http://srihardjono.wordpress.com/


Iwan Qodar Himawan dan Keluarga

Iwan Qodar dan Uni Lubis serta putra semata wayangnya, Darrel, berfoto bersama dengan mantan Menteri Perdagangan Internasional Malaysia: Rafidah binti Abdul Aziz (berbaju ungu).
Sumber Foto: Kabar dari Permata Timur (blog keluarga Iwan)
Professor Yusti PR dan Suami

Tampak pada gambar rekan SMA kita mbak Yusti Probowati didampingi suami, mas Pujiono Santoso, pada acara pengukuhan guru besar Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, 19 April 2008.

Jumat, Mei 30, 2008


Like Mother (un) Like Daughter

Gambar di atas adalah gambar Rinta dan putri semata wayangnya, Isabel Rumsari Gellert. Rinta dulu duduk di kelas P1 dan sekarang mukim di Tennessee, USA. Tidak seperti ibunya dulu yang andalan sekolah untuk olahraga pingpong dan volley, Rumsari lebih memilih olah raga catur. Walaupun Londo, mata Rumsari mewarisi mata ibune yang berasal dari Jowo. Walaupun Rinta sekarang tinggal di londo, warna rambutnya tidak berubah menjadi pirang seperti warna rambut Rumsari.
Walau masih sepuluh tahun, kecantikan Rumsari sudah menjanjikan. Alumni Teladan83 yang punya anak lanang sudah bisa mulai melakukan pendekatan kepada ibunya ;-))
Who knows,... bibit, bobot dan bebetnya cocok.

Sumber foto: Koleksi keluarga Gellert, Tenneesse

Kamis, Mei 29, 2008

Ingsinyur Damardono

Melalui proses yang cukup dramatis, saya ketemu dengan Damardono dan istri di suatu cafe di kawasan Ratu Plaza.

Damardono adalah eks P4, putra seorang juragan kayu yang sangat kondang di Yogyakarta. Beliau alumni Fakultas Teknik Jurusan Sipil UGM. Di keluarganya yang sekarang, Damar adalah mahluk yang paling ganteng, karena selain istrinya kedua anaknya adalah perempuan.

Damar, begitu biasa dipanggil, tinggal di Bekasi dan bekerja di perusahaan kimia BASF selaku Sales Manager, Performance Flooring, Construction Chemicals. Damar berusaha keras menerangkan kepada saya bisnis yang dia geluti. Tapi jujur saya akui, saya 'tidak dong' babar blas.

Istri Damar, panggilannya Wied, menjalankan usaha jasa konstruksi dan sepertinya berkembang dengan bagus. Wilayah kerjanya tidak terbatas hanya di Bekasi saja.

Sumber foto: Nokia 6300

KELUARGA DR. AGUS YUNIANTO
Dr. Agus, semasa sekolah dipanggil dengan tambahan kata Petruk. Hal ini untuk membedakan yang bersangkutan dengan Agus-agus yang lain. Sebagaimana diketahui nama Agus merupakan nama generik yang diberikan oleh orang tua di Jawa kepada anaknya. Agus berarti bagus.
Dr. Agus bekerja di Rumah Sakit Gatot Subroto. Selain dokter spesialis bedah kepala, beliau adalah anggota pasukan khusus AD, Kopasus yang tersohor itu.
Pak Dunung dan Putrinya

Rabu, Mei 28, 2008

Pernikahan Abad Ini: Ami Tantri

Beberapa waktu yang lalu teman kita melangsungkan pernikahan di Jakarta. Dengan pemberitahuan ini dimaksudkan agar Mbokde kita yang satu ini tidak 'digodain' lagi oleh 'remaja' iseng eks Teladan83, karena status Beliau sudah jelas ;-P

Ibu Ami adalah seorang analyst investasi yang handal. Beliau pernah bergabung dengan Medco Energy sebelum bekerja pada JP Morgan. Bisa dibilang Ami adalah ahli negosiasi bertaraf internasional tapi anehnya gagap mengoperasikan Yahoo Messenger, walaupun yang bersangkutan selepas SMA pernah homestay di Amerika mengikuti program AFS.
Bahasa Inggrisnya oke mengalir kayak aer. Berikut petikannya ketika dimintai komentar tentang Perusahaan Gas Negara dan dijadikan rujukan oleh para fund manager.

"This is a fantastic company to hold - it's like collecting toll fees for use of their pipeline," said Ami Tantri, an analyst at J.P. Morgan Chase in Jakarta. "The fees for the pipeline to Singapore now represent about one-fifth of sales." Sales rose 31 percent, to 1.21 trillion rupiah, the company said. Perusahaan Gas more than doubled revenue from distributing and transporting gas to 166.3 billion rupiah from 74.79 billion in the same period in 2003. The company is building a 180-kilometer, or 110-mile, pipeline linking the province of South Sumatra with West Java. "You don't want to sell this company," said Tantri, the J.P. Morgan Chase analyst.

Sumber foto: Ibu Dinar Utami Prasidono

Selasa, Mei 27, 2008


Vipia atawa Evie atawa Pei


Vipia "Cupu" Yanuachandra

Evie dua puluh lima tahun kemudian, sudah ndak cupu lagi.

Ini juga sudah ndak cupu

Kamis, Mei 22, 2008

Almarhum Alief Yaniar



Tampak dalam gambar almarhum Alief Yaniar (berkemeja putih) sedang berpose bersama rekan Anang. Lokasinya di Palembang hampir 31/2 tahun yang lalu. Pada waktu itu Alief masih sehat (bahkan kami tidak tahu bahwa dia sakit). Alief berpembawaan humoris dan penuh perhatian terhadap kawan-kawannya.
Eks P1 ini, setelah lulus SMA meneruskan kuliah di Geodesi UGM dan terakhir bekerja di Pertamina. Alief dimakamkan di kota kelahirannya Brebes setelah dirawat di rumah sakit Dharmais karena penyakit yang bagi kami masih misterius.
Semoga ruh Alief tenang di sisiNya sesuai dengan amalannya selama di dunia.
Sumber foto: Koleksi Ami Tantri

Senin, Mei 19, 2008

Bu Isjumadi Kogek-kogek


Foto di atas adalah foto Bu Isjumadi yang sedang mengambil foto. Bu Isjumadi adalah guru PKK di sma. Karena jasa beliau, alumni teladan83 tahu ber-"etika", memilih baju yang cocok, dan berperilaku yang baik ketika sedang bersantap (table manner). Bu Is sangat terkenal dengan ungkapan 'kogek-kogek'-nya yang mengandung pesan agar para muridnya senantiasa waspada, berhati-hati, selalu menimbang efek dari setiap tindakan. Suami beliau adalah Bapak Isjumadi guru Bahasa Indonesia yang sangat kondang pada masanya. Sementara putra beliau adalah dokter Restu Widaya eks I3 dan P3. Cowok berjaket di dekat Bu Is adalah Marihot 'si halak hita'.
Sumber foto: Evy 69 Dwikorina
Rambut Rontok dan Kebotakan

Sepulang reunian, saya berusaha mengenang kembali peristiwa-peristiwa dua puluh lima tahun yang lampau yang saya alami bersama-sama teman eks sma. Beberapa teman masih saya kenali wajahnya dengan mudah, karena praktis tidak terjadi perubahan yang berarti.
Perubahan hanya terjadi kalau tidak di ukuran badan (rata-rata bertambah gemuk) atau di model rambut. Ada satu teman yang penampilannya mengagetkan saya yaitu Tulasmo yang rambutnya completely different dengan rambut Tulasmo dua puluh lima tahun yang lalu. Problem rambut rontok, dengan intensitas yang berbeda, jamak dialami oleh orang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas termasuk di sini juru kunci blog.
Karena penasaran dengan hal tersebut, saya mencoba googling di internet untuk mengetahui masalah kerontokan rambut dan kebotakan. Saya menemukan penjelasan terkait dengan topik tersebut dan coba saya ringkaskan di bawah ini, mungkin bermanfaat buat teman-teman dalam rangka mempercepat proses kebotakan agar terlihat seksi ataupun sebaliknya.

Penyebab Kebotakan:
- Stres
Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, tekanan kerja ataupun problem rumah tangga pun bisa memicu timbulnya stress. Jika tidak ditangani akan dapat memicu kerontokan rambut bahkan kebotakan.
- Usia
Bertambahnya usia juga membawa perubahan pada tubuh. Melewati usia 50 tahun, folikel rambut tidak lagi efektif hingga pertumbuhan rambut menjadi lebih lambat. Bedanya pada wanita, minyak yang ada di kulit kepala akan tetap diedarkan hingga ke ujung helai rambut sehingga bisa tetap tumbuh, sedangkan pada pria minyak ini justru menumpuk pada pangkal rambut sehingga menutup pori kepala. Akibatnya rambut yang rontok tidak lagi bisa tumbuh karena terhalang.

- Hormon
Pria memiliki hormon adrogen berlebih, misalnya testosteron. Hormon ini jika pecah akan menjadi dihidrotestosteron (dht) yang memicu munculnya minyak hingga dht bisa menyerap ke folikel rambut. Di sinilah terjadi reaksi kimia hingga folikel rambut menciut dan rambut mengkerut hingga mencapai diameter yang kecil.


Tentu saja kebotakan pada pria dan wanita sangat berbeda efeknya. Kebotakan pada pria menambah maskulinitas yang bersangkutan, sementara untuk wanita ?? Anda pasti mempunyai persepsi sendiri.
Sumber: Kapan Lagi
Model: Tulasmo

Jumat, Mei 16, 2008

Reuni Akbar 1957-2007

Juru kunci blog kesulitan mengidentifikasi beberapa teman yang hadir pada acara reuni akbar 1957-2007, maklum susah mengkaitkan paras sekarang dengan wajah 25 kgs ago.
Beberapa yang bisa dikenali: Babah Hatta, Indah Susantun, Vipia Pei, Hari Wahyudi, Pambudi Mahanto, Dinarta Rajasa.
Bisa bantu menyebutkan yang lain??
Ini gambar satu lagi. Tampak diantaranya: Supartono 'Paijo', Suherwan, Sofyan dan lain-lain

Sumber foto: Koleksi Vipia Pei
Dwi Siwi Anggoro

Siwi, begitu biasa dipanggil, sekarang mukim di Yogyakarta. Mantan anak murid kelas S2 ini bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) di kota yang sama.

Senin, Mei 12, 2008

Siapa Periksa Siapa?


Dua-duanya dokter spesialis. Satu spesialis bedah kulit satu lagi spesialis mata. Dokter SB dan Dokter Rini Hersetyati di Ruang Klinik Matanya di daerah Kebon Jeruk. Tampaknya ke depan tempat praktik ini bisa jadi ajang alternatif tempat reuni.

Senin, Mei 05, 2008

Professor Club

Merupakan kebanggaan bagi angkatan Teladan83 bahwa setidaknya 2 alumni telah mencapai derajat tertinggi di bidang akademik: Mahaguru.
Yang pertama adalah Profesor Danang Parikesit di bidang ilmu keteknikan disusul kemudian oleh Profesor Yusti Probowati Rahayu di bidang ilmu kejiwaan (psikologi). 
Teladan 83 masih menyimpan stok kandidat guru besar di masa depan yaitu: Dr. Christine Wulandari, Dr. Dwikorita Karnawati, Dr. Dinar Catur dan Dr. Agung Primanto Murdanoto dan segera menyusul Ir. Wiryanto Dewobroto yang sedang tekun menyelesaikan program S3-nya. Ulasan Mas Wir mengenai tanggung jawab sosial maupun akademik seorang mahaguru layak untuk disimak. Sila klik frasa ini 'karya nyata seorang profesor'.
Semoga alumni yang dapat dibanggakan tersebut memberikan inspirasi kepada alumni yang lain dalam berbagai bidang kehidupan dan profesi.