Rabu, Desember 24, 2008

Antologi Pantun 2008

Catatan Kurator:
Awalnya adalah postingan dari Andin Adyaksantoro eks S1 yang memicu kreativitas dan bakat-bakat terpendam

Akhir-akhir ini, aku kadangkala mimpi tentang mantan pacar-pacarku. ...? 
apa artinya ya...?? 
apakah dia juga mimpi tentang diriku yach...??
atau dia bilang dulu sama suaminya, kalau mimpi tentang aku...??
atau malah dia tidak mimpi tentang aku ya...??

Atau aku yang GR kalau mimpi tentang dia itu indah....??

yang jelas aku menikmati mimpiku dengan tenang dan he...he...he. ..

Ada saran atau pendapat tentang mimpiku ini, atau aku udah masuk puber ke berapa yach...??

Kata primbon jawa bagaimana yach....?? 
kalau kata ustadz bagaimana juga yach.....??

Yang jelas mimpi tetaplah mimpi, tidak usah dipikir terlalu jauh...ya khan....??


Catatan Kurator:
Berikut karya pertama, pantun sederhana tapi dalam maknanya, jauh-jauh dikirim dari Amerika.

Konco2ku do nakal lan saru
Kuwi ora mutu lan ora lucu 
Yo wis saiki ora popo wong isih tahun rong ewu wolu
 
Nanging rong ndino maneh Natal
Dan tahun baru sudah dibalik pintu 
Ayo konco2 kereku do gojeg sing mutu
 
Aku yakin mbokde2 terus do metu
 
SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2009
karya: Rinta Asih eks P1

Ojo-ojo,...
Iki sakwijining jalmo wanito,
Sing diimpi-impi priyo Ngayogyokarto
Nganti keronto-ronto

Opo iyo,
Koyo semono
Anggone nandang tresno
Persis koyo cerito
Sinto lan Lesmono

Sumonggo poro konco
Sampun kawatos dateng yuswo
Witing tresno, jalaran saking kulino
Menawi mboten pikantuk biyung punopo romo
Bebesanan saged kaleksono
Lumantar putro-putro.

Mas Andin Adyaksantoro lan Mbak Rinto
Ing amriki lan amriko
Ugi kagem sedoyo
Rak inggih to?

Saking kulo
Karya arisprio eks p4


Aq wis lali carane nggawe puisi
Amerga puisi marahi atiku wedi
Ngadepi para jekso utowo pulisi
Sing siap nggowo saksi lan bukti
Isa-isa aku malah mati berdiri...
Hhhhhhhhhhhiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiiii iiiii

Mulo prakanca milis sadaya
Aja maneh saru lan ora lucu
Bene para mbokdhes nampa
Gojegan kere luwe tur wagu

Wis ah mumet dhewe wekekekk...
Karya Luthfie eks P5

para mbokdhes ora padha ngrewes opo meneh protes
mung pada pating cengenges
ngrasakke para pakdhes sing tambah pinter ngeles
nganti kancane mrenges-mrenges
Karya: Asti eks P2

Catatan juru kunci:
Semakin lama, pantun semakin tidak beraturan, menjauh dari kaidah pakemnya.
Coba simak karya yang satu ini


DHOT-DHOT-DHOT- AUUWAK... ..!!
Min, kae suarane opo..?! O, genah suarane montor.
DHOT-DHOT-DHOT- AUUWAK... .!!
Min, kae suarane montore sopo?! O, genah montore pak Lurah.
Oyo nonton, ayo nonton, ndang rikato selak montore mlaku.
DHOT-DHOT-DHOT- AUUWAK... ..
Lha rak mlaku tenan to Min, kowe ki cen asu tenan kok Min...!!
(jebul sing terakhir suarane Kanthong, pisuhane ki khas tenan "kowe ki cen asu tenan...", iku khas Kanthong dan SANGAT BERBAHAYA... .!!)
Karya: Yoyok eks P4

Catatan kurator:
Pantun yang satu di bawah ini bahkan cenderung saru. Masuk klasifikasi BO. Anak di bawah umur harus di bawah Bimbingan Orangtua. 

asu ki nek nglindur pancen sangat berbahaya,.. ...
opo meneh nek karo ngedot, munine mesthi
auwak,... auwak.
jane karepe muni "awu pak" mergo nek pas bersetubuh pingin disawuri awu....
ben tahan lama...aaa.. ...

karya: esge, eks p4

Catatan kurator:
Pantun terakhir semakin tidak jelas. Tercabut dari konteksnya.

Sambyah iku belang, Bagyo iku pitet.
Sawijining dino Sambyah takon karo Bagyo.
" Bag, sak niki tanggal ping pitet..??". 
Ngerti nek dipoyoki Bagyo mbales moyoki Sambyah, " Mbyah, sakniki tanggal ping pat belang..!!".
karya Ghoz eks P5
Figur tengah berkaos coklat kalau ndak salah adalah warga Teladan83 yang berpose bersama Walikota Yogya: Herry Zudianto

Selasa, Desember 23, 2008


Mas Wiek, populer dengan sebutan Kanthong, menyampaikan reportase mengenai wisata kuliner yang dia lakukan bersama genk SMA-nya beberapa waktu yang lalu. Sayang reportasenya ditulis dalam bahasa campuran: Bahasan Indonesia dan Boso Jowo, satu-satunya bahasa yang dia kuasai. Banyak idiom aneh yang mungkin hanya Kanthong sendiri yang paham. Dari beberapa foto yang dia kirim, tampak ada satu New Kid on The Blog yang difoto bersama dengan Souvin. Kalau tidak salah oknum yang bersangkutan bernama Lalu Riyanto, kalau jurukunci tidak salah sebut. Mukanya memang jauh berbeda dibanding twenty five kgs ago.

Silakan nikmati reportase Kanthong yang mungkin dapat menginspirasi rekan yang lain dalam berwisata kuliner berburu kenikmatan lidah dan perut, someday.

Akhirnya diputuskan, TKP yang dituju adalah kidul Jogja. Istilah “ngidul” memang lekat dengan komunitas pemangsa daging kambing.
Maka, senin sore, berbondong-bondongl ah pemangsa daging kambing ngidul berburu santapannya. Tak ubahnya JakMania supporter kenthir Persija, pengemar daging kambing memproklamirkan diri sebagai “Klathakwan-Klathakw ati”. Tagline yang diusung “ora masalahke daginge opo weduse, sing penting iso dalat klathak”...
Sementara menghirup asap bakaran, Klathakwan-Klathakw ati berikrar untuk tetap “mikul dhuwur, mendhem klathak”...
Akhir kata,.. naknaann..., gleeegkgk !!!..(glegek’ en teh nasgithel gulo batu)
Monggo dipun pirsani tindak-tandukipun. .. (tindak=lungo, tanduk=mergo lawuhe cocok)



Sumber: email mas Kanthong

Senin, Desember 15, 2008

Reuni Bersama Mbak Mega dari Yogya

Hari Minggu, tanggal 14 Desember 2008 telah berlangsung pertemuan di restoran Korea, Pondok Indah Mall 2 dalam rangka menyambut tamu jauh: Mbak Mega Puspa dari Yogya. Tampak pada gambar, dua wajah bening di tengah kesangaran para Bapak-bapak ;-).
Dari kiri ke kanan se arah jarum jam: Mbak Mega, Mbak Evie, Panca, Suherwan, Waris, Sigit Gawer, Ustadz Danang dan Guritno. Tidak tampak: Mas Wiek secara beliau adalah fotografer pada saat itu.
New kid on the blog: Waris Haning eks I3 dan S2. Baru muncul karena mbak Mega datang,...

Minggu, Desember 14, 2008

Keluarga (alm) Ibu Soekrisnowati, melalui Mega Puspa, mengucapkan terima kasih kepada alumni Teladan pada umumnya dan Teladan83 pada khususnya atas perhatian yang telah kita berikan pada prosesi pemakaman Ibu Kris.
Pada pertemuan alumni di resto Korea PIM 2, yang dihadiri oleh: Wikanto, Vipia, Sigit BSD, Waris, Panca, Suherwan, Jurukunci dan Ustadz Danang, Mega menyampaikan kartu ucapan terima kasih dari keluarga sebagai berikut:



Jumat, Desember 12, 2008

Yanuar Family
Sumber foto: Yanuar FB

Kamis, Desember 11, 2008

ARN: Menjawab Tantangan Teman
Senyum mengembang di bibir Anang Rizkani Noor saat menjabat tangan pendahulunya, Wisnuntoro. Pisah 
sambut siang itu, 30 Oktober 2008, di sebuah restoran kawasan Jakarta Pusat, terasa begitu akrab
. “Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik,” tutur mantan Deputy Director for External Relation PT Rio Tinto Indonesia ini dalam sambutannya. Sejak 22 Oktober 2008 lalu ia resmi mengemban tugasnya yang baru sebagai Vice President (VP) Communications PT Pertamina (Persero). 

Pria kalem kelahiran 16 Januari 1965 ini mengaku tak banyak perbedaan. Hanya kalau dulu di perusahaan asing, kini di perusahaan negara. “Paling tidak ini menjawab tantangan teman-teman saya,” tuturnya. Menurut Anang, dulu dirinya sering ditantang rekan-rekannya ’…kok di perusahaan asing terus sih, berani nggak ke perusahaan nasional?...’. 

Ia bertekad membawa BUMN tersebut menjadi perusahaan besar berkelas dunia. Kuncinya, kata Anang, harus bisa memberikan informasi kepada publik secara baik, sesuai dengan tujuan perusahaan.

Suami dari Drg. Mutia Hani Dwitami ini mengaku harus lebih banyak lagi belajar perihal bisnis migas. Sehingga ia pun merasa lebih sibuk ketimbang sebelumnya. “Selain itu, operasi Pertamina kan jauh lebih besar,” jelas alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), yang juga Sarjana Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII). 

Seabrek pengalaman telah dilalui Anang selama 18 tahun malang melintang di dunia pertambangan. Sejak 1990 dia telah nyebur ke Caltex, lantas menimba pengalaman di Unocal Geothermal. Pada 2003, ia bergabung dengan PT Rio Tinto Indonesia hingga dipercaya sebagai juru bicara perusahaan di tahun 2006. 

Sejak Juli 2007, dia berganti peran menjadi Community Relations Manager PT Indo Energy sampai akhirnya masuk Pertamina. “Memang sih semuanya di jalur komunikasi dan external relations,” terangnya. Namun dengan tempat barunya sekarang, Anang kembali merasa tertantang. Apalagi saat awal mengemban tugas, Pertamina sedang dirundung problem-problem besar. 

Sosok rendah hati ini menyadari, kesuksesan yang telah diraihnya tak lepas dari dukungan keluarga. Sang istri bahkan rela menjadi ibu rumahtangga demi memberikan perhatian lebih pada buah hati. 

Anang pun menjadikan Sabtu – Minggu sebagai family day .Dia akan menghabiskan waktu bersama istri dan tiga buah hati yang amat dicintai. Saat senggang, jalan-jalan dan membaca merupakan aktivitas yang paling disukai. “Olahraga saya sempatkan pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor,” tukasnya. 

Dibalik kesuksesan karir yang telah diraih, Anang mengaku ada obsesi pribadi yang sedang terus dikejar. Yakni ingin terus-menerus berbuat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat di sekitarnya. “Itu yang saya ingin lakukan sepanjang waktu, sampai kapan pun,” tandasnya.

Selasa, Desember 09, 2008

Misi Kemanusiaan Dokter Agus (Petruk) Yunianto

Dede Hermawan Dibantu Pundi Amal SCTV

Pundi Amal SCTV membiayai operasi Dede Hermawan, balita yang menderita kerusakan pada beberapa organ tubuhnya. Dede masih membutuhkan dana hingga Rp 15 juta setiap kali operasi.

Ingin mirsani video Pak Dokter Bedah Agus dan Dede Hermawan?, Sila klik link berikut: Liputan6pagi_sctv

Senin, Desember 01, 2008

Dari kiri ke kanan: Meineni, Bu Isjumadi, Nanung, Rini Optik, Wulan
Sumber: Koleksi foto Nursuciono