Sabtu, Oktober 27, 2007

DOSEN CLUB

Hasil kiriman koresponden blog teladan 83, tampak di gambar pertemuan para ibu dosen yang sedang membahas resep masakan untuk keluarga di rumah.

Indah Susantun dosen Universitas Islam Indonesia , Dwiyati Pujiastuti eks P1 dosen Universitas Wangsa Manggala dan Indah Widowati dosen di Universitas Pembangunan Nasional ketiganya berlokasi di Ngayogyokarto Hadiningrat.
Ada ' sweet memory' dengan mereka ? Dipersila untuk posting komentar,...

Sumber: koresponden blog cabang Tennese

Senin, Oktober 22, 2007



Hatta
Kemampuan dan kompleksitas kepribadian kawan kita yang satu ini tidak sependek namanya.
'Kemampuan-lebih' apalagi yang bisa dituntut dari seseorang berwajah babah, bernaluri politisi dan berkemampuan jurnalistik yang tinggi? Semua kualifikasi tersebut dimiliki oleh seorang Hatta. Dengan kata lain Hatta merupakan figur lengkap dan paripurna sebagai pemimpin bangsa di masa depan yang selama ini dirindukan. Dia ini adalah si satria piningit yang sering disebut-sebut orang.
Berikut adalah sampel reportase jurnalistik Pak Hatta yang konon mendapat nominasi hadiah "Pulitzer" adalah sebagai berikut:

JOGJA. TLD83. Seperti yang telah diduga banyak pihak, akhirnya pertemuan buka bersama di Jakarta menyisakan banyak kekecewaan. Beberapa calon peserta pertemuan sebenarnya juga telah mengendus bakal terjadinya hal ini. Misalnya Anang, yang tiba-tiba tidak datang dengan alasan ke Aceh. Rinto beralasan anaknya ngompol, padahal visanya ke Indonesia ora metu (kowe WNAm to Rint? Opo WNPat?) . Namun ada pula yang tidak diundang tiba-tiba hadir walau harus menggunakan dana non-budgeter, misalnya Hatta,
Pertemuan Jakarta yang digagas Ami Tantri dan Aris, dengan memperalat Agung, itu semula diadakan untuk membentuk kepengurusan pusat atau DPP, tapi akhirnya tidak menghasilkan apa-apa dan hanya berbentuk acara kangen-kangenan dan makan-makan. Tentu juga minum dan udud. Karena kakunya suasana akhirnya Yoyok berupaya mencairkan suasana dengan gurauan-guarauan masa lalu dan sesekali garuk-garuk kepala mencari ide tambahan.
Surdayi, ketua partai saat orde baru, yang dengan tujuan tertentu dihadirkan langsung dari Makbes oleh Yoyok pun terlihat hanya cengar-cengir saja menunjukkan tidak sukanya pada hidden agenda yang telah disiapkan beberapa pihak.
Atiek, tokoh perju-angan perempuan dari daerah yang paling saru di Indonesia pun tak berhasil mengendalikan suasana, walau telah berupaya menunjukkan alamat emailnya yang heboh itu ke banyak pihak.
Catur nampaknya yang paling menikmati suasana itu dengan tindak-tanduknya yang bola-bali. (Tindak-tanduk = jer ngadeg njipuk tandukan). Kehadiran tokoh lama yang dulu saat berkuasa sangat berpengaruh, Aming, pun tak mampu menahan gejolak kubu-kubu yang bertikai.
Akibat ketidakpuasan atas draft kepengurusan ini, dua tokoh yang tersingkir dari pencalonan, Anang dan Iwan, akhirnya menggagas pertemuan Jogja. Dengan memperalat tokoh lokal yang lugu-lugu, yaitu Himawan, Cungi dan Hatta maka dengan gampangnya terkumpul massa di Kotagede, tempat yang sangat legendaris menjadi tuan rumah Konggres PKI masa itu. Paijo-pun dilibatkan mengerahkan massa hingga ke daerah kekuasaan Paimo di Prambanan.
Kedua tokoh yang kecewa dengan hasil pertemuan Jakarta itu dalam menggagas pertemuan Jogja juga didukung tokoh perempuan yang berseberangan dengan Atiek, siapa lagi kalau bukan Dinar. Sedangkan koalisi Ananta dan Yuli pecah. Yuli tidak ikut masuk ruang dengan alasan nunggu anaknya di parkiran. Sumber lain mengatakan hal itu direkayasa bersama Cungi dengan produk CTM-nya.
Sampai saat ini hasil pertemuan Jogja yang sampai diadakan dua kali secara rahasia itu belum juga katahuan hasilnya, tetapi disinyalir bakal ada DPP kembar, yaitu DPP Jakarta dan DPP Jogja (koyo Muhammadiyah wae; nek NU eneng DPP Jkt karto DPP Jombang; nek YayukFox DPP-ne Keparakan karo DPP Nagan).
Dari keterangan sumber yang layak dipercaya, atas pertemuan Jogja tersebut, kandidat kuat Ketua DPP kubu Jakarta, Aris Prihanta menyatakan siap melaporkan Iwan, Anang dan Dinar kepada Yoyok dan Surdayi dengan didampingi Luthfie. Kemarin sore laporan itu sudah disampaikan di tempat Bu Timin. (pzq).
IMBALAN BUAT BUNDA YANG BEKERJA KERAS
di LUAR RUMAH


Sumber: Hasil ulangan anak seorang teman (E-mail berantai)

Sabtu, Oktober 20, 2007

KANGEN BAND - EKSPRESI PERASAAN ALUMNI TELADAN83
Mudah-mudahan dalam pertemuan yang akan datang, panitia bisa mendatangkan Kangen Band untuk menghibur seluruh anggota alumni. Nama band ini kebetulan secara jitu mampu mengekspresikan perasaan yang ada dalam sanubari yaitu 'kangen' untuk bertemu.
Simak lirik hit-band dari Lampung yang sangat inspiratif berjudul (silakan klik) "Selingkuh" atau "Tentang Aku dan Dia" yang liriknya sebagai berikut:
"Tentang Aku, Kau dan Dia"
--------------------------------
Selayaknya engkau tahu
Betapa ku mencintaimu
Kau tenangkan dari mimpi burukku
Selayaknya kau mengerti
Betapa engkau ku kagumi
Kau telah tinggal dalam palung hati
...
Betapa hancur hatiku
Melihat engkau bersamanya
Namun kumencoba 'tuk tegar menghadapinya
Jangan kau menangis lagi
Tak sanggup aku melihatnya
Sekarang kau pilih diriku atau dirinya
...
Reff:
Kutuliskan cerita
Tentang engkau dan dia
Membuat hatiku s'makin terluka
Sudah usai sudah cerita engkau dan aku
Kuanggap sebagai bingkisan kalbu wo,... woou

PARTAI LOKAL TELADAN83

Dari kanan kekiri: Sofyan-politisi, Dwi 'simbah' Antara-arsitek, Wahyudi-test councellor, Daru Lalito-politisi, Ananto-ingsinyur, Sumadi-matematikawan dan Yuli (?)

Jumat, Oktober 19, 2007


Almarhum Alief Menuju Peristirahatan Terakhir
Tak terasa hampir satu setengah tahun, almarhum Alief meninggalkan kita. Gambar di atas adalah mobil ambulans yang akan membawa jenazah Alief ke kota kelahirannya di Brebes untuk dikebumikan. Rekan Agung dan Dinar berkesempatan untuk melepaskannya.
Posting-posting Alief di milis selalu penuh canda dan atensinya terhadap teman yang lain sangat besar. Kita benar-banar sangat kehilangan.
Semoga ruh rekan kita diterima di sisi-Nya sesuai dengan amal perbuatan-nya.
Sumber foto: IQH, lokasi RS Harapan Kita



TAMAN KAWAK-KAWAK

Pak Wahyudi dengan menggunakan kemampuan manajerialnya dalam mengelola bimbingan tes berhasil 'memaksa' koleganya yang sekolahnya sudah katam untuk kembali ke taman kanak-kanak dan merasakan kembali nikmatnya bermain ayunan.

Berikut ilustrasi pertemuan tersebut yang disampaikan oleh Iwan QH, mantan pemimpin redaksi salah satu majalah terkemuka di Indonesia.

"ini foto kumpul2 saya dengan wahyudi -ex P1, (kini manajer di primagama), sumadi (p4), himawan (p1). sofyan (p1, kini ketua pan yogya), tidak tampak di foto karena sudah pulang duluan karena ada acara keluarga.
pertemuan ini berlangsung pada selasa 16 okt, siang, di rumah keluarga uni lubis, di panembahan.
acara ini merupakan kelanjutan dari pertemuan dpp yang pertama, di omah duwur. dalam pertemuan itu, hattakawa, yang mengangkat dirinya sebagai ketua informal, mengatakan: ayo, ayo, ayo segera buat rancangan detail...
nah, kami kemudian menggelar rapat...
pertemuan ini kemudian dilanjutkan pada kamis malam, di tempat yang sama, dengan peserta lebih besar"

Sumber foto: IQH

Amri 'Aming' Aswonoputro

Jujur, juru kunci blog ini tidak tahu banyak tentang kiprah ketua OSIS kita ini. Maklum jaman sekolah dahulu kami berbeda 'kasta' ;-))
Aming termasuk 'kaum elit', sedangkan saya dan beberapa teman adalah 'golongan sulit'. Dalam arti sulit mendapat nilai 30 sekalipun setiap ulangan kimia organik Pak Pandi.

Sepengetahuan juru kunci, Pak Aming berkuliah di jurusan teknik sipil Universitas ngGadjah Mada. Persis, beliau sejatinya adalah seorang tukang ingsinyur.

Pada saat industri perbankan sedang booming beberapa tahun yang lalu, dimana semua orang dari berbagai latar belakang ilmu berbondong-bondong masuk ke bidang ini, Pak Aming tidak ketinggalan kereta. Beliau pernah bekerja di Bank Niaga.

Setelah itu kabar beliau kabur. Kata orang Aming kemudian 'main kayu' di Yogya, kota yang membesarkan dirinya.

Kalau melihat namanya, 'aswonoputro', kita bisa menebak bahwa Aming ini seorang 'anak hutan'. Tidak heran karena ayah beliau adalah 'godfather' di bidang kehutanan. Semua pejabat departemen kehutanan kebanyakan adalah murid beliau.

Belakangan, dari kartu nama yang diberikan kepada hadirin reuni, Pak Aming sudah balik ke Jakarta dan bekerja di PT Bakrieland Development, Tbk.

Rabu, Oktober 03, 2007

Ir. Dwikorita Karnawati, MSc, PhD
Pakar Gempa dan Landslide dari UGM


Kepakaran Ibu Dwikorita mengenai masalah pergempaan tidak diragukan lagi. Indikatornya adalah jumlah entries yang dimunculkan oleh mesin lacak Google atau Yahoo ketika kita memasukkan nama beliau sebagai keywords. Puluhan artikel yang mengandung nama dan kutipan beliau akan muncul. Terlebih pada belakangan ini dimana bencana gempa rajin berkunjung ke kepulauan Indonesia.

Jabatan formal Ibu Dwikorita sekarang ini adalah ketua jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada periode 2007-20011. Rekan kita semasa sma ini adalah alumni dari University of Leeds, UK. Namanya dikutip dalam brosur panduan universitas tersebut pada tahun akademik 2006-2007. Dengan deskripsi sebagai berikut:

"Assoc Prof Dr Dwikorita Karnawati makes good use of her PhD from Leeds School of Earth Sciences as she is Indonesia's national specialist on landslides and is often consulted by government bodies and the media"

Foto Rita yang berkerudung di atas diunduh dari situs Jurusan Teknik Geologi. Sepengingatan saya, sewaktu sma Rita itu pake kacamata (dan) rambutnya ekor kuda. CMIIW (Correct Me If I am Wrong).
Drs. H. Haryadi Suyuti
Wakil Walikota Daerah Istimewa Yogyakarta

Khusus untuk postingan ini, saya menahan diri untuk tidak berkomentar ;-) , maklum pejabat.

Biarlah data resmi yang dipungut dari situs Pemerintah Kota Yogyakarta yang berbicara

Nama: Drs. H. Haryadi Suyuti
Tempat/Tgl Lahir : Yogyakarta, 9 Februari 1964
A g a m a :I s l a m
Nama Isteri : Ny. Hj. Tri Kirana Muslidatun, S.Psi
Nama Anak :
1. Karina Arifiani
2. Kartika Zahra Salsabila
A l a m a t: Jl. Merpati No. 5 Mrican Baru R 03/RW 44 Catur Tunggal, Depok, Sleman

Pendidikan Akhir:
S-1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Administrasi Negara
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Pekerjaan :
Wakil Walikota Yogyakarta

Pendidikan :
Formal
SDN IKIP 2 Yogyakarta (Lulus 1976)
SMP Negeri 5 Semarang (Lulus 1980)
SMA Negeri I Yogyakarta (Lulus 1983)
S1 FISIPOL UGM Yogyakarta (Lulus 1989)
Kursus/Pelatihan
Pendidikan Perantara Pedagang Efek, Jakarta, 1991
Pendidikan Penjamin Emisi Efek, Jakarta, 1992
Training for the Trainer JATS, Jakarta, 1994
Chartered Financial Analysis, Jakarta, 1996
Pendidikan Manager Investasi, Jakarta, 2002

Organisasi:
PSSI Sleman (2001-2002)

Karier dan Usaha:
Management Trainee PT Bank Sampoerna (1990)
Anggota BEJ dan BES PT Finan Corpindo Nusa (1991)
Direktur Corporate Finace dan Goverment Relation PT HM Sampoerna Tbk(2003)
Corporate Secretary BOD non Directorat PT Indofarma (persero) Tbk(2003-sekarang)
Anggota Komite Anggaran PT Bursa Efek Surabaya(1995-1996)
Anggota Komite Disiplin PT Bursa Efek Surabaya (1998-1999)
Trainer JAS PT Bursa Efek Jakarta (1995-1996)
Anggota Komite Kebijakan Kredit dan Pengendalian Resiko PT KPEI (1995-1996)
Anggota Majelis Ekomoni dan Kewirausahaan Pimp. Wil Muhammadiyah DIY (Jan-sekarang)

Vipia "Evi" Yanuachandra

Sewaktu ber-surfing ria di dunia maya, saya secara tidak sengaja tersesat ke situs friendster, dan menemukan homepage Evi, teman semasa sma lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Saya tidak berkompeten untuk mengomentari siapa si Evi ini kecuali bahwa dulu dia berada di kelas IPS2. Silakan lihat profile dan kunjungi Evi di situs friendster-nya untuk mengenalnya sekarang ini dengan lebih jauh. Di sana Evi berpesan "Tersenyumlah,... sampai matahari berhenti bersinar,..."
Selepas SMA, Evi berkuliah di Fakultas Psikologi UGM dan sekarang bekerja di Sisindokom, sebuah perusahaan di bidang teknologi informasi.
Sumber gambar: Friendster Evi,
disana bisa ditemukan foto Evi lebih banyak.
Pak Pulisi Yoyok



Arif Nurcahyo, biasa dipanggil Yoyok adalah pribadi yang 'rame dan kocak' sejak dahulu kala. Beliau seorang pulisi sekaligus psikolog. Tak cukup kalimat untuk menggambarkan keunikan Beliau. Perjalanan hidupnya sangat "berwarna" Foto yang terpampang di sebelah sudah mewakili siapa seorang Yoyok sebenarnya.

Ingatannya sangat tajam, maklum naluri pulisi, bahkan untuk kejadian atau detail kecil yang terjadi puluhan tahun yang lalu.

Atas kemampuan lebih ini, Pak Hatta salah seorang sohib Yoyok berkomentar sebagai berikut (sila klik komentar ): "Selain ingatannya, Polisi satu ini punya penciuman yang amat tajam. Bakat ini amat menonjol hingga mengalahkan kualifikasinya sebagai Psikolog. Berkat kelebihannya itu, pada saat penerimaan pertamanya di Kepolisian RI dia ditempatkan di K-9."

Perlu diketahui bahwa K-9 adalah detasemen kepolisian yang anggotanya selain para polisi juga para anjing. Pak Hatta tidak jelas dengan statement-nya, sebetulnya Beliau ingin menggolongkan Pak Yoyok ini sebagai apa?.