Senin, Mei 19, 2008

Rambut Rontok dan Kebotakan

Sepulang reunian, saya berusaha mengenang kembali peristiwa-peristiwa dua puluh lima tahun yang lampau yang saya alami bersama-sama teman eks sma. Beberapa teman masih saya kenali wajahnya dengan mudah, karena praktis tidak terjadi perubahan yang berarti.
Perubahan hanya terjadi kalau tidak di ukuran badan (rata-rata bertambah gemuk) atau di model rambut. Ada satu teman yang penampilannya mengagetkan saya yaitu Tulasmo yang rambutnya completely different dengan rambut Tulasmo dua puluh lima tahun yang lalu. Problem rambut rontok, dengan intensitas yang berbeda, jamak dialami oleh orang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas termasuk di sini juru kunci blog.
Karena penasaran dengan hal tersebut, saya mencoba googling di internet untuk mengetahui masalah kerontokan rambut dan kebotakan. Saya menemukan penjelasan terkait dengan topik tersebut dan coba saya ringkaskan di bawah ini, mungkin bermanfaat buat teman-teman dalam rangka mempercepat proses kebotakan agar terlihat seksi ataupun sebaliknya.

Penyebab Kebotakan:
- Stres
Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, tekanan kerja ataupun problem rumah tangga pun bisa memicu timbulnya stress. Jika tidak ditangani akan dapat memicu kerontokan rambut bahkan kebotakan.
- Usia
Bertambahnya usia juga membawa perubahan pada tubuh. Melewati usia 50 tahun, folikel rambut tidak lagi efektif hingga pertumbuhan rambut menjadi lebih lambat. Bedanya pada wanita, minyak yang ada di kulit kepala akan tetap diedarkan hingga ke ujung helai rambut sehingga bisa tetap tumbuh, sedangkan pada pria minyak ini justru menumpuk pada pangkal rambut sehingga menutup pori kepala. Akibatnya rambut yang rontok tidak lagi bisa tumbuh karena terhalang.

- Hormon
Pria memiliki hormon adrogen berlebih, misalnya testosteron. Hormon ini jika pecah akan menjadi dihidrotestosteron (dht) yang memicu munculnya minyak hingga dht bisa menyerap ke folikel rambut. Di sinilah terjadi reaksi kimia hingga folikel rambut menciut dan rambut mengkerut hingga mencapai diameter yang kecil.


Tentu saja kebotakan pada pria dan wanita sangat berbeda efeknya. Kebotakan pada pria menambah maskulinitas yang bersangkutan, sementara untuk wanita ?? Anda pasti mempunyai persepsi sendiri.
Sumber: Kapan Lagi
Model: Tulasmo

Tidak ada komentar: