Jumat, November 09, 2007

Tikus dan Anti Tikus
Awalnya bermula dari postingan Iwan mengenai kejadian hilangnya barang bawaan ketika barang tersebut berada dalam perjalanan menuju bagasi pesawat. Iwan mengirim postingan tersebut ke beberapa mailing list. Efek bola salju terjadi. Isu ini bergulir, dan memaksa aparat keamanan untuk mengatasinya dan akhirnya bisa terungkap.

Di milis teladan, tanggapan atas posting Iwan tidak kalah serunya. Ada pihak yang dengan bahasa tersamar maupun lugas menuduh siapa di antara anggota milis yang 'bermain'.

Postingan dari rekan Hatta, yang membahas trik dan modus operandi tikus bandara, cukup menarik. Juru kunci blog agak bingung memahami isi tulisan Hatta. Nawaitu sebetulnya apa? Menginspirasi orang lain untuk menjadi tikus? Memperingati orang lain agar hati-hati ketika menaruh barang bawaan di bandara? Atau sebetulnya membuka sendiri jati diri profesinya ?
Wallahualam Bissawab.

Berikut fatsal-fatsal ilmunya yang layak didokumentasikan dalam blog ini. Barangkali bermanfaat bagi rekan-rekan yang sering bepergian dengan pesawat terbang, misalnya Surabaya-Jakarta pulang pergi. (you know who I mean, toh?)

Fatsal 1 :Tikus bandara hanya berani mbobol bagasi dengan tidak meninggalkan bekas. Tidak seperti dulu, nyuwek tas wae wani, walau ada bekas sobekannya. Tapi pemilik tas akan komplain habis ke maskapai (dudu mas Bariq) atau bisa menuntut atas rusaknya tas. Jadi ingat, bobol tanpa bekas. Tetep yhathat, angel ta Yok?

Fatsal 2 :Nah untuk mbobol koper atau tas supaya tidak ada bekasnya, salah satu yang diincar adalah kopor/tas ber-ritsliting (jare Yoyok : lheregan). Ritsliting yang paling mudah adalah rit yang dua gantolan /pegangannya /tarikannya walau digembok jadi satu, tapi gemboknya tidak dikaitkan dengan badan kopor/tas. Jadi dua gantolan dan gemboknya masih bisa jalan kiri-kanan bareng. Ini sasaran paling empuk.

Fatsal 3 : Caranya :Posisi gembok dan 2 tarikan tadi dipinggirkan dulu ke salah satu sisi. Kemudian diantara jalinan untuk rit ditusuk dengan sesuatu yang lancip (nek divisum bekasnya tidak kelihatan karena benda tumpul). Konon bisa dilakukan cukup dengan ujung bolpen untuk rit yang lemah. Bolpen inilah yang dipakai membuka kaitan gigi-gigi rit, ditusuk di sela-2 kaitan untuk kemudian diungkit2 dan digeser2 kiri-kanan. Mbukak byak..Untuk menutupnya kembali tinggal menarik gembok dengan dua kaitanyang bersatu tadi menelusuri rit yang membuka. Agak dipaksakan memang. Rheghedeeeekkkk.... wis nutup maning hampir tanpa bekas.

Fatsal 4 :Untuk gembok yang statis (terkait dengan badan kopor) cara ini tidakbisa dilakukan. Karena tarikan rit dan gembok tidak bisa digerakkanuntuk menutup kembali rit yang membuka. Tapi gandheng maling, ya ada saja caranya. Mbukak kaitan gigi ritnya hampir sama, tapi nutupnya katanya harus mengkaitkan kembali gigi2 rit dengan alat semacam tang berujung lancip. Agak susah dan perlu waktu lebih lama.Waktu aku nyoba sing kuwi malah selak konangan kancaku, njuk ndadak diewangi. Haa, kudu bagi hasil, ta? Ning kancaku saiki wis insap, njuk dadi pulisi.

Fatsal 5 : Pertanyaannya ada 3 : Apakah tikus-tikus bandara akan mbukaki kabeh koper dan tas yang masuk bagasi untuk menggeledah dan mencari barang-barang yang nilainya cucuk? Sehingga untuk menunggu operasi mereka banyak pesawat jadi delay seperti sekarang ini?Atau dibalik, apakah banyaknya jadwal delay sekarang ini gara-gara nunggu operasi tikus? Kenapa mereka pasti selalu "beruntung" membuka koper yang "pasti" ada barang yang cucuk? Nek ra percaya cobanen kopermu tok leboni HP, murahan wae, mesti kena dan merga ming entuk hp murahan njuk malah diacak2 barang liyane. Cobanen wis.. Hampir pasti kena.

Fatsal 6 : Sapa isa njawab 3 (tiga) pertanyaan kuwi ? Apakah psikolog polisi pensiunan tikus bisa ? Ooo..., apa wartawan? Apa kae sing lagi dadi kondektur montor mabur sisan?Hadiahe sebuah koper berisi HP. Tak tunggu di ruang check-in.


hatta (tikus berdaster)

Tidak ada komentar: