Senin, Desember 10, 2007


Pabrik Tegel Kunci yang berlokasi di Jalan Patuk, kabarnya sekarang ini dikelola oleh Mega Karang. Nama ini kedengaran asing. Tapi kalau diganti dengan Mega Puspa, ingatan kita bisa jadi terarah pada teman semasa sma jadul.
Yak betul, Mega yang Karang maupun yang Puspa menunjuk figur yang sama, yaitu Mega teman sma jadul kita eks S2.
Artikel yang bagus mengenai sejarah pabrik tegel kunci dapat dibaca dengan mengklik frase tersebut.
Harian Republika pernah mengulas pabrik ini dan penjelasan Mega. Berikut kutipannya:

Yang Klasik Tetap Dilirik

Di tengah serbuan keramik sebagai bahan penutup lantai favorit saat ini, tegel ternyata masih memiliki tempat di hati para pecintanya. Masih ingatkah Anda pada tegel? Ya benar, dia adalah bahan penutup lantai paling favorit di masa lalu. Lantai di rumah orangtua atau nenek kita dulu mungkin sekali menggunakan tegel. Banyak orang bilang, lantai dari tegel lebih sejuk dan dingin dibanding lantai keramik. Mega A Karang, pengelola pabrik tegel cap Kunci, setuju dengan hal itu. ''Tegel memiliki pori-pori sehingga bisa 'bernapas' dan lebih cocok untuk negara tropis karena lebih sejuk,'' kata dia.

Selain itu, tegel juga tahan lama. Tegel, kata Mega, bisa tahan 100 tahun lebih serta tidak mudah pecah. ''Lihat saja, tegel di keraton-keraton seperti Keraton Yogyakarta, barangkali usianya sudah lebih dari 100 tahun. Walau setiap hari diinjak-injak orang, tegelnya masih tetap mengkilat,'' kata alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jurusan Kriya Logam ini.

Tegel yang dibuat dari campuran semen dan pasir ini, menurut Mega, memang bisa sangat awet asal dirawat secara benar. Untuk membersihkan tegel misalnya, ibu dua anak ini tidak menyarankan penggunaan pembersih lantai yang mengandung HCl. Alasannya, HCl bisa menggerogoti semen dan membuat warna tegel belang-belang.

Tegel kurang mengkilat? Itu kata sebagian orang. Tapi kata Mega, tegel pun bisa kinclong seperti keramik. ''Caranya, setelah tegel dipasang selama dua minggu dan tidak bergerak lagi, gunakan mesin poles sehingga tegel mengkilat terus. Selanjutnya, cukup disapu dan dipel seperti halnya keramik.''

Karena itu, Mega merasa mantap untuk terus menghidupkan pabrik tegel cap Kunci yang telah beroperasi sejak 1927. Berlokasi di Yogyakarta, pabrik ini memproduksi tegel dengan aneka motif klasik. Dari sekitar 150 motif yang ada, hanya ada sekitar 20 motif baru. Motif-motif lama itu antara lain bercorak bunga yang cocok untuk ruang tamu, ruang makan, dan teras. Motif binatang, seperti bebek atau ayam, yang pas untuk kamar anak dan kamar mandi. Sementara motif garis-garis biasanya digunakan untuk tempat ibadah seperti masjid.

Anda tertarik? Jangan khawatir, walau tampil dengan motif zaman dulu, tegel masih sangat relevan dengan rumah-rumah masa kini, asal disesuaikan dengan tema hunian. Karena itu, jangan heran jika masih banyak orang yang setia pada tegel, khususnya tegel cap Kunci. Kata Mega, para pemesan biasanya adalah orang-orang yang sangat menghargai buatan tangan, menyukai barang yang natural, atau penggemar barang antik. ''Pembeli kebanyakan dari Jakarta, Bali, malah ada juga yang dari luar negeri seperti London dan Kuala Lumpur.''

Sumber foto: http://www.yogyes.com

Tidak ada komentar: