Kamis, Januari 10, 2008

TONTI JADUL



Berita terbaru dari SMA kita bahwa telah terjadi pertukaran tugas antara Kepala Sekolah SMA1 dan SMA3 yang serah terimanya dilakukan pada tanggal 3 Januari 2008. Timbul beberapa pertanyaan yang membersit.
Apakah dengan demikian akan terjadi padmanabanisasi terhadap sma teladan sehingga yang disebut terakhir akan menjadi lebih 'gaul'? 

Catatan:
Kalau juru kunci secara subyektif boleh mengenang kembali masa-masa  sma (periode 1981 sd 1983), stereotipe yang dilekatkan pada anak teladan adalah kutu buku, kurang kenal peradaban (ndak gaul), ndeso. Latar belakang ekonomi orang tuanya menengah ke bawah. Kalau ada lomba-lomba yang ndak akademis sifatnya seringnya kalah atau ndak pernah ikut. Penganggapan sebaliknya dikenakan pada anak-anak padmanaba sebagai pengkontras.
Waktu itu hanya tonti (peleton inti), kegiatan semi militer yang menuntut disiplin tinggi, yang jadi kebanggaan keluar karena sering jadi juwara. 
Juru kunci ndak begitu tahu apakah stereotipe tersebut masih melekat sampai sekarang 

Apakah akan terjadi hal sebaliknya pada sma padmanaba?
Apa yang menjadi alasan di balik pertukaran kepsek di antara dua sekolah favorit yang selama ini mempunyai tradisi 'persaingan' yang ketat baik dalam bidang akademis maupun perburuan calon pacar di antara murid-muridnya ?
Akankah rivalitas menjadi berkurang atau semakin menajam??
Mari kita tunggu 'sang waktu' untuk menjawabnya. 

Sumber foto: Website SMA1

Tidak ada komentar: