Mbok Timin, Madame of MealMbok Timin atau kadang-kadang dipanggil dengan Yu Timin tentu saja istri dari Pak Timin. Nama berakhiran sufiks -min, seperti Ngatimin, Paimin atau Tugimin adalah nama generik untuk laki-laki di Jawa.
Pak Timin adalah penjaga sekolah SMA1 Yogyakarta pada dulu kala, biasa dipanggil dengan Pak Bon atau Pak Kebon sementara Mbok Timin berjualan makanan dengan membuka warung di belakang sekolah. Selain kerudung dan kacamata yang sekarang menjadi aksesori, praktis hampir tak ada perubahan pada wajah Mbok Timin seperti nampak pada foto.
Semasa SMA, interaksi juru kunci dengan keluarga Timin relatif tidak begitu intens. Hal ini lebih dikarenakan uang jajan yang tidak mencukupi :-(
Kondisi kurang jajan yang dialami sebagian murid SMA1 sepenuhnya dipahami oleh Mbok Timin. Oleh karena itu simbok kita yang satu ini menyediakan buku khusus catatan utang yang boleh diisi sendiri oleh si anak murid pengutang. Si pengutang diberi kepercayaan penuh menghitung dan mencatat sendiri apa-apa yang dijajan ke dalam buku tersebut. Bahasa kerennya adalah self assessment.
Jadi istilah 'trust' yang sekarang ini sedang populer, sudah diterapkan oleh manajemen warung mbok Timin lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu.
Disadari atau tidak, asupan jajanan dari warung Mbok Timin telah berkontribusi dalam pembentukan body and soul para alumni Teladan. Tanpa mengudap jajanan dari warung tersebut sebelum ulangan ditempuh, bisa berpengaruh pada konsentrasi dan berefek pada nilai ujian.
Rata-rata pengunjung rutin warung Mbok Timin sekarang ini merupakan pribadi sukses dan terpandang. Secara istilah banyak yang sudah 'jadi orang' (bukan berarti bahwa dulunya bedhes): dokter, ingsinyur, akuntan, pengacara, pulisi, pamong praja, dosen, bergelar S1, S2, S3, pengusaha hebat dan lain-lain,... eh kelupaan ada juga lho yang menjadi kepala humas suatu asosiasi propesi.
Sementara pengunjung insidentil seperti saya, karena kendala-sangu, lumayanlah akhirnya bisa menjadi juru kunci blog ;-P
Keterlaluan rasanya kalau sampai ada wadyabala teladan83 yang sekarang ini sudah sukses dalam karier dan kehidupan ternyata masih meninggalkan utang kepada Mbok Timin. Ada sedikit pertanyaan yang mengganggu juru kunci. Bagaimana kalau kita ragu bahwa kita sebetulnya punya utang atau ndak karena kejadiannya sudah begitu lama?? Untuk soal ini, mohon mangap, terus terang juru kunci ndak bisa jawab.
Foto tersebut diperoleh dari kiriman posting Mas Rovicky alumni Teladan81 dengan modifikasi warna


Tidak ada komentar:
Posting Komentar