Jumat, Januari 18, 2008

Sigit Gawer
Ketika sedang menyusur jalan di samping Bank Indonesia menuju Tanah Abang, secara tidak sengaja kami -juru kunci, Hatta dan AKBP Yoyok- melihat sosok teman sma kita yang telah terputus komunikasi sedemikian lama yaitu Sigit. 
Sigit pada saat itu sedang menunggu angkutan kota arah stasiun Tanah Abang sepertinya hendak pulang ke rumah.
Memang luar biasa naluri penciuman dan penglihatan kedua rekan kita ini yang dari radius sekian km mampu mendeteksi keberadaan Sigit.
Ketika mobil yang kami tumpangi mendekati tempat Sigit berdiri dan secara kampungan  kami berteriak-teriak memanggil namanya, tidak serta merta yang bersangkutan 'ngeh' dan memberikan tanggapan. Apalagi pada saat itu AKBP Yoyok berseragam lengkap, Pakaian Dinas Luar.
Setelah kami yakinkan bahwa kami adalah "orang baik-baik", barulah Sigit mau mendekati mobil dan kemudian mengenali kami. Akhirnya Sigit kami ajak-paksa untuk masuk ke dalam mobil.
Orang-orang di sekitar situ yang melihat insiden tersebut mungkin menyangka Sigit kena garuk aparat dan intel  ;-(
Sigit dulu duduk di kelas Sosial 2, bermotor Honda protolan warna merah, sangat enerjik dan hal ini bisa dimaklumi karena dia adalah pebulutangkis yang handal. Teman kita in biasa dipanggil dengan julukan Sigit 'Gawer', entah apa artinya.
Sigit bekerja di Jakarta yaitu di Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya.

Tidak ada komentar: