Sabtu, November 12, 2005


Joko Tirtono

Rekan kita Joko Tirtono ternyata mempunyai kegiatan yang seabreg, beberapa diantaranya adalah:
Berikut dikutipkan cerlu (cerita lucu) mengenai Joko Tirtono yang diunduh dari surat kabar Berita Nasional

Pemain PSIM asal Liberia
"Renang ... Hiii Takut ..!"

RATA
-rata orang senang bila diajak berenang. Renang dianggap olahraga paling komplit karena semua otot bergerak. Ada unsur rekreasinya lagi. Siapa sangka, tak semua orang menyukainya, bahkan takut. Dan orang yang takut renang bukan sembarang orang, namun pesepakbola dari PSIM.
Bagaimana ceritanya? Begini. Saat ini, tim PSIM yang diperkuat 2 pemain asing giat menjalani persiapan menghadapi Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2003, seputar bulan April mendatang.
Selama ini hampir setiap hari para pemain digenjot latihan fisik dan teknik. Sebagai selingan dan sekaligus menghindari kejenuhan, pelatih PSIM Erenst Pahelerang memprogramkan materi latihan rekreatif bagi para pemainnya yaitu renang.
Ketika program tersebut disampaikan, hampir semua pemain menyambut dengan antusias dan gembira. "Oke ... setuju banget," celetuk salah seorang pemain sambil tertawa girang. Semula, kegiatan berenang itu dijadwalkan hari Rabu (22/1) sore. Namun, karena pagi harinya para pemain sudah menjalani latihan fisik maka disepakati dilaksanakan hari Sabtu (25/1) lusa.
Berbeda dengan pemain lainnya, dua pemain asing asal Liberia, Roberto Kweiteh dan Raymond Pierre Sancho, justru terkejut. Spontan wajah mereka menjadi tegang. Karena belum bisa berbahasa Indonesia, Roberto dan Pierre kemudian berkata dalam bahasa Inggris, "No ... no ... I can't!".
Mendengar jawaban itu, pelatih Erenst menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu kewajiban yang harus diikuti semua pemain PSIM, termasuk pemain asing sekali pun. Tetapi, kedua pemain asing Liberia itu tetap ngotot tidak mau. Karena penguasaan bahasa Inggris-nya juga terbatas, Erenst tidak mau terlibat perdebatan lebih jauh dengan kedua pemain asing itu. "Tampaknya, dia mulai rewel dan mau mbalelo," celetuk Erenst sambil ngeloyor pergi. Ia mendekati Manajer Kompetisi, KMT A Tirtodiningrat yang bersama Ketua Umum PSIM, dr Hadianto Ismangoen Sp A dan tim medis, drg Tri Koentjoro tengah berbincang-bincang santai di halaman parkir Stadion Mandala Krida. "Mereka (kedua pemain asing Liberia itu) bilang nggak mau ikut," lapor Erents serius.
Antok - sapaan akrab Hadianto Ismangoen - dan drg Tri Koentjoro kemudian berupaya membujuk kedua pemain asing tersebut, agar bersedia ikut berenang. Tentu, disertai pengertian demi kebersamaan dan kekompakan tim. Tapi, jawabannya tetap sama. "Pokoknya nggak mau, sekali tidak, tetap tidak," begitu kira-kira kata mereka dalam bahasa Indonesia.
Akhirnya, manajer kompetisi, KMT A Tirtodiningrat yang lebih akrab dipanggil Joko Tirtono, mendekati kedua pemain asing tersebut. Sambil diajak berjalan santai menuju mobil antar-jemput yang biasa digunakan pemain asing PSIM, bos Gembira Loka tersebut menanyakan, alasan mereka kok tidak mau ikut berenang. Kebetulan, Joko Tirtono cukup fasih berbahasa Inggris, sehingga percakapan dengan kedua pemain asing itu bisa nyambung.
Mendengar alasan pemain asal Liberia tersebut, Joko Tirtono langsung tertawa terbahak-bahak. Ia memanggil Antok, dokter Tri, Erenst dan perangkat tim lainnya. "Yang goblok itu kita semua. Mereka jelas nggak mau ikut berenang, wong tidak bisa. Katanya, di negaranya (Liberia) sana, tidak ada air yang melimpah seperti di sini. Yang ada cuma hamparan padang pasir. Jadi, mereka takut, kalau ikut pasti akan tenggelam dan bahkan bisa mati. Mereka bilang datang ke sini mau main bola, bukan untuk setor nyawa," kata Joko Tirtono.
Setelah mendengar penjelasan Joko itu, semuanya hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal. "Kalau gitu okelah, yang penting mereka ikut. Nanti biar berenang saja di tempat khusus untuk anak-anak, sehingga dijamin tidak tenggelam," timpal Antok sambil tertawa geli. (rob)

Tidak ada komentar: