Sabtu, November 26, 2005

Anang Rizkani Noor
Jalan hidup seseorang adalah sebuah misteri. Anang Rizkani Noor eks Teladan83 dari kelas P4 dapat menjadi contoh. Siapa nyana sekarang dia menjadi kondektur motor mabur padahal dulu waktu sma tunggangannya adalah motor bebek (butut). Sebelum bekerja di industri penerbangan perintis, Anang sudah malang melintang dan merasakan asam garam dunia pertambangan. Beliau pernah bekerja di Conoco, sebuah oil company dan kemudian berpindah ke Rio Tinto, raksasa pertambangan multinasional dengan jabatan terakhir sebagai Deputy Director External Relation. Perusahaan ini memproduksi batu bara, besi, tembaga, uranium, emas dan intan yang mempekerjakan 32.000 pada tahun 2004. Rio Tinto bermarkas di Melbourne, Australia dan London, Inggris (sumber Wikipedia). Terakhir ikut terlibat dalam proses pengakhiran tambang yang dilakukan oleh PT Kelian Equatorial Mining.

Ketua Komite Pemasaran dan Outreach Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) ini memiliki rumah di Ciganjur yang sangat istimewa dari sisi arsitekturial sehingga mendapat ulasan dari beberapa mass media diantaranya koran Republika dan Jakarta Post. Berikut kutipan dari tabloid Kontan yang berisi pemberitaan hijrahnya rekan kita ke dunia penerbangan perintis.

Jangan sia-siakan kesempatan yang hadir di depan mata. Anang Rizkani Noor agaknya memegang teguh prinsip ini. Begitu mendapat tawaran dari pengusaha Susi Pudjiastuti, bekas deputi hubungan luar Rio Tinto ini langsung menyambarnya.
Di perusahaan milik Susi, yang bergerak di bidang perikanan dan penerbangan, pria berusia 42 tahun ini bakal mengembangkan penerbangan perintis untuk daerah Papua. "Di Amerika Latin, industri penerbangan perintis merupakan tulang punggung untuk industri" kata dia. Oleh sebab itu ia ingin mengembangkan industri penerbangan perintis milik Susi ini di Papua agar industri di sana juga turut berkembang .
Wah gaji naik dong? Ia langsung menggelengkan kepalanya. Anang menjelaskan, ia menerima tawaran itu lebih lantaran ikatan pertemanan. "Saya dan Susi sudah berteman lama, tepatnya sejak bangku SMA," ujar Anang.
Selain itu, ia juga ingin berganti suasana kerja. Maklum sudah lebih dari 15 tahun ia berkubang di sektor pertambangan. "Saya kira sudah waktunya ganti suasana," katanya dengan nada mantap.

Salam,
arispria, pemburu alumni

Tidak ada komentar: