Pengantar Jurukunci:Wahyudin atau Kapun biasa dulu kita memanggilnya, selain politisi tangguh dari Brebes, ternyata Beliau adalah seorang pembina Karate. Pantaslah kalau dalam berpolitik, Kapun merupakan seorang petarung sejati yang pantang menyerah.
Foto di samping adalah foto Kapun ketika sibuk berkampanye pilkada Brebes beberapa waktu yang lalu.
Sementaraq artikel di bawah ini adalah pendapat Kapun selaku pembina karate, yang diunduh dari harian Suara Merdeka.
Forki, antara Prestasi dan Organisasi
Oleh : Wahyudin Noor Aly
KEBERHASILAN Kartika Eka Ikawati merebut tiga emas dalam kelas yang berbeda, yang sekaligus pemegang best of the best dalam Kejurnas Karate Yunior Piala, Mendagri tahun 2004 lalu, seolah menjadi "tamparan" bagi Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jawa Tengah. Betapa tidak? Di tengah kebekuan organisasi, karena belum juga ada pembentukan kepengurusan baru setelah pengurus lama habis waktunya, salah seorang atletnya mampu berprestasi cemerlang dengan mengharumkan nama daerah serta Pengda yang membawahinya ke pentas nasional.
Sebagai sebuah organisasi olahraga yang berusia cukup tua - lahir 10 Maret 1964 di Jakarta - Forki seyogyanya sudah matang dalam berorganisasi, termasuk dalam reorganisasi setiap kali pengurus lama habis masa jabatannya. Dengan demikian roda organisasi tetap berjalan, sekaligus pembinaan terhadap atlet pun berkesinambungan. Sehingga lahirnya atlet macam Kartika Eka Ikawati, merupakan buah dari proses pembinan tersebut. Bukan semata-mata karena bakat alam dan karena ketekunan si atlet semata, tanpa "campur tangan" pengurus.
Terbukti di kelas senior, atlet kita belum ada yang berprestasi membanggakan. Seperti halnya di event PON yang sudah beberapa kali atlet pulang dengan tangan hampa. Bandingkan waktu kepengurusan terdahulu, atlet kita berjaya menyumbangkan medali emas.
Ingin melanjutkan membaca?? Sila berkunjung ke situs Suara Merdeka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar