Senin, Februari 09, 2009

Keajaiban Teknologi

Umat Teladan83 patut bersyukur karena atas fasilitasi teknologi komunikasi dengan segala turunannya: handphone, internet, google, facebook, yahoo, mailing list, sms, e-mail dan BlackBerry(R), telah mempertemukan mereka.
Minggu pertama bulan Februari 2009 terjadi serangkaian pertemuan antar alumni. Ada yang direncanakan, ada yang di-setting mendadak.

Pada Sabtu pagi berkumpul sebelas alumni yang berlatih badminton secara rutin: Iwan, Pancahadi, Wikanto, Anto Trail (jongkok), Aristea, Herwan, Guritno, Agus Petruk, Nursuciono, Hanto (berdiri) dan last but not least: Hattakawa yang menyusul kemudian.
Sehabis tamplekan, tuntutan lidah dan perut tak bisa diajak kompromi. Sebagai pelipur lara untuk Pak Hatta yang tidak kebagian jatah sarapan, 'lapangan-baru' digelar di bilangan Purnawarman dengan menu: soto ceker ayam dan sate Madura plus krupuk. Pak Kanto, si penyandang dana, tidak mau wajahnya terekspos. Beliau lebih memilih sebagai juru poto ;-)
Hatta yang nomaden Jakarta, Yogya, Palembang, pada minggu malam gresek alumni di Bandung. Akhirnya terjaring Fahmi dan Sumaryono yang terpikat oleh rayuan Hatta untuk bereuni ria di resto Cabe Rawit. Pak Fahmi kini bekerja di PT Pos sementara Maryono adalah seorang dokter yang sedang menjalani pendidikan lanjutan di Bandung. Mengingat kontrasnya latar belakang profesi, entah topik apa yang diobrolkan mereka berdua ??

Dalam kurun waktu yang tidak berbeda jauh, Arif Djatmiko psikolog yang merantau ke Jakarta semenjak lulus SMA bertemu dengan Ingsinyur Sipil Ghozali yang mukim di Balikpapan. Pertemuan berlangsung di Bandara. Gambar di atas apabila dicermati, tidak nampak layaknya pertemuan antar teman lama tapi lebih seperti negosiasi antara pimpro dan pemborong ;-))

Sementara itu ratusan km jaraknya dari Bandung dan Balikpapan, juga terjadi pertemuan antar alumni Teladan83 yaitu Suherwan dan Elsa plus suaminya. Lokasi temu yang terpilih lagi-lagi Bandara. Baik Herwan dan Elsa adalah eks P2. Yang pertama adalah seorang ingsinyur geodesi sementara Elsa bekerja pada sebuah organisasi multilateral. Berikut reportase dari Herwan (berbaju biru):

Ketemu Elsa karo sang suami di Bandara Ngurah Rai (sakjane Elsa sing nemoni neng Bandara ding)
Elsa titip salam untuk teman teman milister Teladan83 (ternyata dia silent milister) dan juga sekalian titip pesan buat Hatta kapan mau nglunasi utangnya....hehehehe

Tak terbayang pertemuan semacam itu tanpa ada fasilitasi produk teknologi sebagaimana disebutkan di atas.

Tidak ada komentar: