Mas Wiek, populer dengan sebutan Kanthong, menyampaikan reportase mengenai wisata kuliner yang dia lakukan bersama genk SMA-nya beberapa waktu yang lalu. Sayang reportasenya ditulis dalam bahasa campuran: Bahasan Indonesia dan Boso Jowo, satu-satunya bahasa yang dia kuasai. Banyak idiom aneh yang mungkin hanya Kanthong sendiri yang paham. Dari beberapa foto yang dia kirim, tampak ada satu New Kid on The Blog yang difoto bersama dengan Souvin. Kalau tidak salah oknum yang bersangkutan bernama Lalu Riyanto, kalau jurukunci tidak salah sebut. Mukanya memang jauh berbeda dibanding twenty five kgs ago.Silakan nikmati reportase Kanthong yang mungkin dapat menginspirasi rekan yang lain dalam berwisata kuliner berburu kenikmatan lidah dan perut, someday.
Akhirnya diputuskan, TKP yang dituju adalah kidul Jogja. Istilah “ngidul” memang lekat dengan komunitas pemangsa daging kambing.
Maka, senin sore, berbondong-bondongl ah pemangsa daging kambing ngidul berburu santapannya. Tak ubahnya JakMania supporter kenthir Persija, pengemar daging kambing memproklamirkan diri sebagai “Klathakwan-Klathakw ati”. Tagline yang diusung “ora masalahke daginge opo weduse, sing penting iso dalat klathak”...
Sementara menghirup asap bakaran, Klathakwan-Klathakw ati berikrar untuk tetap “mikul dhuwur, mendhem klathak”...
Akhir kata,.. naknaann..., gleeegkgk !!!..(glegek’ en teh nasgithel gulo batu)
Monggo dipun pirsani tindak-tandukipun. .. (tindak=lungo, tanduk=mergo lawuhe cocok)

Sumber: email mas Kanthong


1 komentar:
LHO KLATHAK KOQ MAKAN KLATHAK (NDARU, mantan klathaker)
Posting Komentar